Pariaman - Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat Khairullah meninjau revitalisasi SMPN 9 Kota Pariaman di Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, Rabu (14/10/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan fisik berjalan sesuai standar dan program revitalisasi pendidikan pemerintah pusat.
Yota mengatakan revitalisasi SMPN 9 merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang diperjuangkan Pemko Pariaman melalui pengajuan proposal kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Alhamdulillah, Kota Pariaman mendapat revitalisasi sekolah melalui program Presiden Prabowo Subianto. Ketika sekolah bagus, anak-anak nyaman belajar, pelajaran dapat diterima dengan baik, prestasi meningkat dan cita-cita anak-anak Kota Pariaman tercapai," ujar Yota.
Menurut Yota, pemerintah pusat mengalokasikan Rp25 miliar dari APBN 2026 untuk revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan di Pariaman. Anggaran tersebut mencakup 36 satuan pendidikan.
Ia berharap kondisi sekolah yang semakin baik mendorong siswa lebih bersemangat belajar dan meningkatkan prestasi.
Khairullah mengatakan SMPN 9 menjadi salah satu sekolah yang mengalami perubahan signifikan melalui program revitalisasi. Sekolah tersebut mendapat anggaran sekitar Rp3,6 miliar.
"Anak-anak kita lihat sangat gembira dengan fasilitas yang ada di sekolahnya," kata Khairullah.
Ia mengatakan sekolah yang masih mengalami kerusakan perlu segera dilaporkan dengan memastikan data pada Dapodik diperbarui. Pemerintah, katanya, akan terus mendorong perbaikan sekolah yang belum memenuhi standar kelayakan.
Turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Hertati Taher, Kepala Dinas Kominfo Yalviendri, Camat Pariaman Selatan Hery Febrian, Kepala SMPN 9 beserta jajaran dan Kepala Desa Marunggi. (*)