Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seragam Gratis Tahun Kedua, Yota Balad Pastikan Anak Pariaman Tak Terkendala Biaya Sekolah

12 September 2026 | 12.9.26 WIB Last Updated 2026-09-12T12:12:29Z


Pariamantoday #Headline - Bagi sebagian keluarga, masuk sekolah bukan hanya soal menyiapkan anak untuk belajar. Ada sepatu yang harus dibeli, tas, baju seragam, celana atau rok, topi hingga dasi yang harus tersedia sebelum hari pertama sekolah.

Pemerintah Kota Pariaman mencoba memotong beban itu dari awal.

Untuk tahun kedua, Pemko Pariaman kembali menyalurkan seragam sekolah gratis bagi siswa baru sekolah dasar. Program unggulan Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang anak memperoleh pendidikan.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Yota Balad didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher dan Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Yalviendri di tiga sekolah, yakni SDN 07 Kampung Jawa II Kecamatan Pariaman Tengah, SDN 05 Air Santok Kecamatan Pariaman Timur dan SDN 01 Pauh Kuraitaji Kecamatan Pariaman Selatan, Jumat (11/9/2026).

“Alhamdulillah, kita kembali melaksanakan pemberian seragam gratis. Ini sudah tahun kedua kita berikan kepada siswa SD kelas satu. Sesuai dengan progul (program unggulan) kami bahwasanya kami memberikan baju seragam sekolah gratis bagi siswa SD yang ada di Kota Pariaman,” ujar Yota.

Program tersebut dirancang bukan untuk berhenti pada satu tahun anggaran. Yota menegaskan seragam gratis akan diberikan kepada setiap siswa kelas satu SD negeri selama lima tahun masa kepemimpinannya bersama Mulyadi.

“Insyaallah anak-anak Kota Pariaman yang masuk kelas satu SD, itu dipastikan dapat seragam sekolah gratis di setiap sekolah negeri mulai dari sepatu, tas, baju dan rok atau celana, topi serta dasi. Program ini akan kita lakukan di lima tahun kepemimpinan kami Yota Balad-Mulyadi,” katanya.

Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman menunjukkan pada 2026 terdapat 1.300 siswa kelas satu yang menerima seragam gratis. Mereka tersebar di 72 SD negeri di Kota Pariaman.

Angka itu memperlihatkan program tersebut bukan bantuan dalam skala kecil. Ribuan anak dan keluarga disentuh langsung melalui kebijakan yang sederhana, tetapi manfaatnya dirasakan sejak awal anak memasuki dunia pendidikan.

Pemko Pariaman juga menggandeng Bank Nagari melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR. Bantuan tersebut diarahkan kepada siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu yang belum memperoleh seragam sekolah gratis melalui program utama Pemko.

Untuk jenjang SMP, CSR Bank Nagari diberikan kepada 423 siswa. Sementara siswa SD yang menerima bantuan berjumlah 425 orang. Bantuan berupa baju, rok atau celana, dasi dan topi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan beban keluarga, tetapi juga mendorong siswa lebih bersemangat mengikuti pendidikan.

“Kita berharap bantuan ini memicu semangat para siswa untuk belajar lebih giat dan mendulang prestasi di sekolah,” jelasnya.

Salah seorang orang tua siswa SDN 01 Pauh Kuraitaji, Fani, 41 tahun, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.

“Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada bapak Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan Wakil Wali Kota Mulyadi yang telah membantu kami orang tua siswa (kelas satu SD) untuk memberikan baju seragam sekolah gratis,” ujarnya.

Fani berharap program tersebut terus berjalan.

“Harapan kami, semoga program ini terus berlanjut dan Kota Pariaman semakin maju di bawah kepemimpinan bapak Yota Balad-Mulyadi,” katanya.

Di tengah biaya pendidikan yang terus menjadi pertimbangan keluarga, kebijakan seperti seragam gratis membawa pesan yang lebih besar dari pakaian sekolah itu sendiri.

Anak datang ke sekolah dengan seragam yang sama. Tidak ada lagi persoalan apakah orang tuanya mampu membeli perlengkapan sekolah atau harus menunggu gajian berikutnya.

Bagi pemerintah, mungkin yang dibagikan adalah seragam. Bagi keluarga, yang berkurang adalah satu beban. Bagi anak, yang datang bersama seragam itu adalah kesempatan untuk memulai sekolah dengan lebih percaya diri.

Di situlah sebuah program pemerintah menemukan ukurannya. Bukan hanya pada jumlah seragam yang dibagikan, tetapi pada seberapa jauh kebijakan tersebut membuat anak-anak Pariaman tetap berada di ruang kelas dan terus melangkah menuju masa depan. (OLP)
×
Berita Terbaru Update