Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pariaman Jadi Panggung Tenis Veteran, BAVETI Internasional Rebut Piala Wali Kota

5 September 2026 | 5.9.26 WIB Last Updated 2026-09-05T00:35:09Z


PARIAMAN - Lapangan Tenis Karan Aur kembali membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi pintu masuk pariwisata. Jumat (4/9/2026), ratusan petenis veteran dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia datang ke Pariaman untuk berebut Piala Wali Kota dalam Kejuaraan Tenis Internasional Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (BAVETI) 2026.


Turnamen yang dibuka Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Mulyadi itu berlangsung hingga 6 September 2026 dengan total hadiah Rp85 juta.


Hadir dalam pembukaan Ketua Umum BAVETI Pusat Theo L. Sambuaga dan Ketua BAVETI Sumatera Barat Prof. Ganefri.


Bagi Pariaman, kedatangan ratusan atlet bukan hanya soal pertandingan. Mereka datang membawa keluarga, pertemanan dan waktu untuk menikmati sebuah kota. Lapangan tenis menjadi tempat bertanding, sementara Pariaman menjadi ruang untuk berwisata.


Inilah perkembangan sport tourism Pariaman yang mulai terlihat. Event olahraga semakin sering membawa orang dari luar daerah datang, tinggal, makan, berkeliling dan mengenal Pariaman.


Ketua Umum BAVETI Pusat Theo L. Sambuaga mengapresiasi komitmen Pemko Pariaman menyelenggarakan kejuaraan tersebut.


“Atas nama Pengurus Pusat BAVETI, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kota Pariaman atas komitmen luar biasa dalam menyelenggarakan Kejuaraan Tenis Internasional BAVETI Piala Wali Kota Pariaman 2026 ini,” ujarnya.


Menurut Theo, kehadiran atlet dari berbagai daerah hingga Malaysia menunjukkan Pariaman memiliki daya tarik dan fasilitas yang mendukung penyelenggaraan olahraga berskala internasional.


“BAVETI sangat mendukung semangat Kota Pariaman yang terus menggalakkan sport tourism,” katanya.


Kejuaraan ini sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus BAVETI Sumatera Barat periode 2026–2031. Prof. Ganefri dipercaya memimpin organisasi tersebut berdasarkan SK PP BAVETI Nomor 046/PP-BAVETI/01/SK/VIII/2026 yang ditetapkan 6 Agustus 2026.


Theo berharap kepengurusan baru mampu membawa BAVETI Sumatera Barat semakin solid dan produktif menggelar berbagai kejuaraan.

Bahkan, peluang Kota Pariaman menjadi tuan rumah kembali terbuka untuk agenda BAVETI tingkat nasional maupun internasional.


“Kami di Pengurus Pusat sangat menyambut baik antusiasme Pemerintah Kota Pariaman, dan tentu akan mempertimbangkan agenda-agenda BAVETI tingkat nasional maupun internasional untuk dapat kembali digelar di kota bertuah ini,” katanya.


Wali Kota Yota Balad menyambut para atlet sebagai bagian dari gerakan menjadikan olahraga sebagai daya tarik baru pariwisata Pariaman.


“Atas nama Pemerintah Kota Pariaman, kami mengucapkan selamat datang di Kota Pariaman kepada Bapak Theo L. Sambuaga, Prof. Ganefri, serta seluruh atlet dari dalam dan luar negeri. Kehadiran kejuaraan ini selaras dengan visi kami untuk menjadikan Pariaman sebagai kota sport tourism,” ujar Yota.


Ratusan atlet mengikuti kejuaraan yang berlangsung 4–6 September tersebut. Selain peserta dari berbagai daerah di Indonesia, hadir pula atlet dari Malaysia, di antaranya Prof. Zul dan Pudin dari Kelantan.


Peserta datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Aceh, Sumatera Utara, Jambi hingga Sumatera Selatan.


Yota berharap BAVETI Nasional bisa diagendakan rutin di Pariaman.


“Kami berharap Bapak Theo Sambuaga berkenan mengagendakan event BAVETI Nasional di Kota Pariaman, kalau perlu dua kali dalam setahun. Kami di Pemko Pariaman siap menjadi tuan rumah terbaik,” katanya.


Menurut Yota, para atlet datang bukan hanya untuk bertanding. Ada laut dan pantai yang bisa dinikmati, suasana Pariaman yang bisa dijelajahi dan kuliner khas yang bisa dicicipi.


“Selain bertanding, kami mengundang para atlet untuk menikmati keindahan pariwisata dan kelezatan kuliner khas Pariaman, khususnya olahan kulinernya yang legendaris,” ujarnya.


Kejuaraan mempertandingkan kategori KU BAVETI, KU 100 dengan usia minimal 45 tahun, KU 110 minimal 50 tahun dan KU 120 minimal 55 tahun.


Juara pertama kategori tersebut memperoleh Rp8 juta, juara kedua Rp4 juta, juara tiga bersama Rp2,5 juta dan quarter final Rp1 juta.


Sementara kategori umum atau KU 32 tahun ke atas menyediakan hadiah Rp6 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua dan Rp1 juta untuk juara tiga bersama.


Di Karan Aur, usia tidak menjadi alasan untuk berhenti berkompetisi. Bola tetap melintas, raket tetap mengayun dan semangat tetap menyala.

Pariaman pun terus menemukan cara baru untuk menghidupkan kotanya. Olahraga mendatangkan orang, pariwisata memberi mereka alasan untuk tinggal lebih lama, dan ekonomi lokal mendapat manfaatnya.


Di situlah sport tourism mulai menemukan bentuknya di Pariaman, bukan hanya slogan, tetapi menjadi cara baru menggerakkan kota. (*)

×
Berita Terbaru Update