Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mulyadi Buka Festival Literasi Budaya Pariaman, Generasi Melek AI Tanpa Kehilangan Akar Budaya

26 September 2026 | 26.9.26 WIB Last Updated 2026-09-26T12:05:21Z
PARIAMAN (Pariamantoday) - Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi membuka Festival Literasi Budaya 2026 di Aula Balaikota Pariaman, Jumat (25/9), dengan menekankan pentingnya menjaga pemahaman terhadap budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Mulyadi mengatakan literasi budaya tidak berhenti pada kemampuan membaca dan memahami informasi, tetapi juga mencakup kemampuan mengenali, menghargai dan menerapkan nilai serta kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi bukan sekadar kemampuan mengeja kata atau membaca angka, melainkan kemampuan untuk memahami, menghargai dan mengaplikasikan nilai-nilai luhur serta kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan pemahaman budaya agar generasi muda memiliki kemampuan digital tanpa kehilangan identitas lokal.

“Festival ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan masa lalu yang kaya akan sejarah dengan masa depan yang penuh inovasi teknologi. Kita berkomitmen untuk terus menciptakan generasi yang cerdas secara digital, namun tetap santun secara kultural,” katanya.

Pemko Pariaman mengapresiasi Forum Pegiat Literasi Kota Pariaman (FPLKP), komunitas literasi, seniman dan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.

Festival Literasi Budaya 2026 berlangsung selama dua hari dengan sejumlah agenda, antara lain peluncuran dan bedah buku antologi folklor Sumatera Barat yang memuat cerita rakyat, legenda dan dongeng, diskusi budaya, workshop, perlombaan serta pameran kebudayaan.

Mulyadi berharap festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengembangkan kreativitas dan melahirkan karya baru.

Pemko Pariaman juga mendorong ruang-ruang literasi dan kreativitas terus dimanfaatkan untuk memperkuat budaya lokal sekaligus menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan teknologi. (*)
×
Berita Terbaru Update