Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

101 Lukisan Anak Pariaman Dipamerkan, 10 Karya Melaju ke Panggung Nasional

6 September 2026 | 6.9.26 WIB Last Updated 2026-09-06T03:53:38Z


Pariaman - Sebanyak 101 lukisan karya anak-anak Kota Pariaman memenuhi ruang pamer di kawasan Monumen Perjuangan TNI AL Marinir, Pantai Gandoriah, Jumat (4/9/2026). Pameran bertajuk “Melukis Bersama Komunitas dan Anak di Kota Pariaman (Creative Recovery for Children)” tersebut dibuka Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Pariaman bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) Republik Indonesia, sekaligus tindak lanjut dari bootcamp melukis bersama yang digelar pada 20–22 Agustus 2026 dan diikuti 101 anak tingkat SD dan SMP.

Bagi Pemko Pariaman, kegiatan tersebut bukan sekadar pameran karya. Kanvas menjadi ruang bagi anak-anak untuk menuangkan imajinasi, pengalaman, sekaligus keberanian mereka untuk bangkit dan tumbuh melalui seni.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemen Ekraf/Bekraf RI, Yuke Sri Rahayu, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai seni memiliki peran penting dalam proses pemulihan sekaligus penguatan ekosistem kreatif.

“Karya-karya kalian adalah bukti bahwa seni mampu menyembuhkan, menguatkan, dan memberi harapan. Jangan pernah berhenti berkarya, karena setiap goresan warna adalah cahaya masa depan. 101 karya ini semuanya adalah terbaik,” ujarnya.

Pameran berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026. Dari 101 karya yang dipamerkan, terdapat 10 karya terinspiratif yang dipilih untuk mendapatkan apresiasi lebih lanjut dan akan dibawa ke tingkat nasional di Jakarta.

Lima karya dari jenjang SD masing-masing merupakan karya Quthbie Anagni Ruzaini, Felisha Bilqurun Sakhi, Naura Nadhifa Delvita, Fathira Salshabila dan Arienne Janeeta Bilqis.

Sementara lima karya dari jenjang SMP merupakan karya Afifah Humairah, M. Rasya Dhiya Ulhaq, Naufalyn Fikria Rabbani, Dola Friska dan Bilqis Syafrina.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem seni rupa, sekaligus memberi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai generasi kreatif yang beradaptasi, bertahan, dan bangkit,” kata Yuke.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi anak-anak peserta maupun masyarakat Kota Pariaman dan Sumatera Barat secara keseluruhan.

“Dari total 101 lukisan yang dipamerkan, 10 karya terinspiratif akan dipamerkan di tingkat nasional di Jakarta sebagai wujud apresiasi atas kreativitas anak-anak Kota Pariaman,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada Kemen Ekraf, para seniman, komunitas, asosiasi dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kesempatan melukis secara massal di atas kanvas menjadi pengalaman istimewa bagi anak-anak Pariaman.

“Kehadiran kegiatan ini di Kota Pariaman merupakan sebuah keberkahan bagi kami. Untuk pertama kalinya, anak-anak kami di Pariaman mendapatkan kesempatan luar biasa untuk melukis di atas kanvas secara massal seperti ini,” ujarnya.

Mulyadi menilai kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang refreshing atau pemulihan psikologis bagi anak-anak, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk menemukan dan mengembangkan bakat serta kreativitas.

“Bagi anak-anak kami, kegiatan ini bukan sekadar sarana refreshing atau healing, tetapi juga menjadi ajang penyaluran bakat, kreativitas, dan potensi seni melukis yang selama ini mungkin belum tersalurkan secara maksimal,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, sebagian lukisan hasil kegiatan tersebut akan dibawa oleh Kementerian Ekraf untuk pengembangan dan promosi lebih lanjut. Sementara sebagian lainnya akan dipajang di Balaikota Pariaman serta sejumlah kantor dan dinas di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Mulyadi mengaku terkejut melihat kualitas karya yang dihasilkan anak-anak Pariaman.

“Hasil karya yang dihasilkan oleh anak-anak kita ini benar-benar di luar ekspektasi saya. Saat mendampingi peninjauan minggu lalu, saya melihat langsung bagaimana setiap goresan dan makna di balik lukisan mereka begitu mendalam dan kreatif. Sungguh sebuah potensi yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi bersama Kemen Ekraf dapat terus berlanjut dan Kota Pariaman kembali mendapat ruang dalam berbagai program pengembangan ekonomi kreatif.

“Kami berharap Kota Pariaman terus dilibatkan dalam rangkaian program Ekraf di masa mendatang. Kami siap mendukung penuh dan kami berharap di tahun depan kuotanya bisa ditingkatkan menjadi 300 peserta bahkan lebih,” tutup Mulyadi.

Dari 101 kanvas yang disentuh tangan-tangan kecil itu, Pariaman seperti sedang melihat masa depannya sendiri. Ada warna yang belum selesai, ada imajinasi yang belum memiliki nama, tetapi semuanya menyimpan satu pesan: kreativitas anak hari ini adalah harapan kota pada masa yang akan datang. (*)
×
Berita Terbaru Update