Pariamantoday #Serbaserbi -Sebelum diterpa isu dugaan perselingkuhan dengan sopir pribadinya yang mendadak heboh di masyarakat, pejabat perempuan masih bersuami (bahkan dikabarkan sakit) ini memang sudah dikenal penuh kontroversi, terutama saat menangani bencana hidrometeorologi.
Suatu hari, seorang wali nagari diminta datang langsung untuk menjemput bantuan logistik. Dengan penuh harapan agar warga terdampak banjir bandang dan longsor bisa segera tertolong, sang wali nagari bahkan rela menyewa mobil seharga Rp600 ribu menggunakan dana pribadinya.
Namun, setibanya di gudang logistik, keputusasaan justru yang ia dapatkan. Tanpa empati, pejabat perempuan yang kini sibuk memperbaiki citra diri pasca dinonaktifkan tersebut, menolak menyerahkan bantuan dengan alasan "perlu penataan administrasi".
Kini, publik melihat apa yang terjadi sebagai hukum kausalitas. Hukum tabur-tuai (Karma) yang tidak pernah salah alamat. Siapa yang menabur kebaikan akan memetik kebaikan, dan siapa yang menanam kezaliman juga akan menuai hasilnya. (*)