Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman kembali menggelar Pesantren ASN sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan tersebut dipusatkan di sejumlah masjid pada empat kecamatan di Kota Pariaman, Jumat (28/8/2026).
Empat masjid yang menjadi lokasi Pesantren ASN tersebut yakni Masjid Raya Karan Aur Kecamatan Pariaman Tengah, Masjid Raya Simpang Kecamatan Pariaman Selatan, Masjid Raya Padusunan Kecamatan Pariaman Timur, dan Masjid Rahmat Sungai Rambai Kecamatan Pariaman Utara.
Wali Kota Pariaman Yota Balad didampingi Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad mengikuti langsung kegiatan Pesantren ASN di Masjid Raya Simpang, Kecamatan Pariaman Selatan. Kegiatan tersebut diisi dengan pembelajaran agama oleh narasumber dari Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Zahardi, dengan tema “Rukun Shalat dan Bacaannya”.
Dalam sambutannya, Yota Balad mengatakan rukun shalat merupakan bagian wajib yang harus dilaksanakan setiap muslim ketika menunaikan shalat. Karena itu, menurutnya, pembelajaran kembali mengenai tata cara dan rukun shalat penting dilakukan agar ibadah yang dilaksanakan benar dan sah.
“Jadi tepat rasanya hari ini kita bersama belajar kembali tentang ilmu agama, bagaimana tata cara dan rukun shalat yang baik sehingga rukun shalat yang kita laksanakan sah. Karena belum tentu juga rukun shalat yang kita lakukan selama ini sudah benar dan sah,” ujar Yota Balad.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak boleh dimaknai bahwa ASN baru perlu belajar agama ketika mengikuti Pesantren ASN. Sebaliknya, pembelajaran agama harus menjadi proses yang terus dilakukan sepanjang kehidupan.
“Walaupun begitu, jangan sampai kita tidak melaksanakan shalat. Shalat bisa melatih diri kita para ASN agar memiliki hati yang tenang, terhindar dari sifat munafik, serta menjadi pondasi utama supaya amalan kerja lainnya bernilai berkah,” ungkapnya.
Menurut Yota Balad, kualitas ibadah seseorang memiliki keterkaitan dengan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Tertib dalam melaksanakan shalat, katanya, idealnya juga tercermin dalam sikap, kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai seorang ASN.
“Tertib sholat itu mencerminkan kehidupan kita sehari-hari. Sholat yang tidak disertai kebersihan hati tidak akan melahirkan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Melalui Pesantren ASN tersebut, Yota berharap para aparatur pemerintah tidak hanya meningkatkan pemahaman mengenai tata cara ibadah, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui pembelajaran ini, diharapkan para ASN semakin termotivasi untuk memperbaiki kualitas sholat serta mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Untuk meningkatkan partisipasi sekaligus meramaikan masjid, ASN yang mengikuti Pesantren ASN dibagi berdasarkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, desa dan kecamatan.
Khusus di Masjid Raya Simpang, kegiatan diikuti Staf Ahli, Sekretariat Daerah, Inspektorat, empat OPD, Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, Bagian Kesra, KUA Kecamatan Pariaman Selatan, kepala desa se-Kecamatan Pariaman Selatan, kepala SMA/SMK/MAN sederajat, kepala SMP/MTs serta kepala SD/MI se-Kecamatan Pariaman Selatan.
Pelaksanaan Pesantren ASN di sejumlah masjid tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemko Pariaman menjadikan masjid sebagai ruang pembelajaran, silaturahmi dan penguatan karakter aparatur pemerintahan, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. (*)