Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pesantren ASN Jadi Instrumen Penguatan Moral Aparatur, Mulyadi: Bukan Sebatas Rutinitas Bulanan

29 Agustus 2026 | 29.8.26 WIB Last Updated 2026-08-29T00:40:26Z


Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman terus memperkuat karakter dan mental spiritual Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kegiatan Pesantren ASN di lingkungan Pemko Pariaman. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi di Masjid Raya Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur, Jumat (28/8/2026).

Mulyadi menegaskan, kegiatan keagamaan tersebut memiliki makna strategis yang lebih luas dari sekadar rutinitas bulanan. Menurutnya, Pesantren ASN merupakan salah satu instrumen untuk memperkuat moral aparatur sekaligus mendukung pencapaian visi dan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman.

“Ini bukan sekadar Pesantren ASN biasa, melainkan bagian dari menyukseskan program unggulan Balad-Mulyadi yang harus kita kawal bersama. Sebagai pelayan masyarakat, kita tidak hanya dituntut profesional secara teknis dan administratif, tetapi juga harus memiliki benteng moral yang kuat,” ujar Mulyadi.

Ia mengatakan, nilai-nilai keagamaan penting menjadi landasan bagi ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik. Dengan fondasi spiritual yang kuat, setiap pekerjaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas administratif, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pesantren ASN ini menjadi wadah pengingat agar setiap tugas yang kita jalankan bernilai ibadah dan berorientasi pada kemaslahatan warga Kota Pariaman,” tambahnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Zubir, guru SMAN 2 Pariaman. Materi keagamaan yang disampaikan menjadi bagian dari upaya Pemko Pariaman memberikan pembinaan spiritual secara berkelanjutan kepada para aparatur.

Mulyadi menjelaskan, pelaksanaan Pesantren ASN saat ini merupakan hasil evaluasi dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Pemerintah melakukan sejumlah penyempurnaan agar kegiatan dapat berjalan lebih efektif sekaligus tidak mengganggu pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

“Pelaksanaan program terus disempurnakan berdasarkan catatan dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Hari ini, Pesantren ASN kita bagi di empat kecamatan se-Kota Pariaman,” jelasnya.

Menurut Mulyadi, pembagian lokasi kegiatan menjadi empat titik merupakan langkah taktis untuk meningkatkan partisipasi ASN. Dengan sistem tersebut, aparatur dapat mengikuti kegiatan keagamaan di wilayah masing-masing tanpa harus meninggalkan pelayanan publik dalam waktu yang panjang.

“Pemecahan titik pelaksanaan menjadi empat lokasi berbeda diputuskan sebagai jalan terbaik agar seluruh jajaran ASN dapat berpartisipasi aktif tanpa mengganggu pelayanan publik,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemko Pariaman untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan berbagai program unggulan Balad-Mulyadi.

“Kepada seluruh ASN diimbau untuk bahu-membahu menyukseskan program unggulan Balad-Mulyadi demi kemajuan Kota Pariaman,” tegas Mulyadi.

Melalui Pesantren ASN, Pemko Pariaman berharap pembinaan spiritual dapat berjalan seiring dengan peningkatan profesionalisme aparatur. ASN tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan administrasi, tetapi juga integritas, kedisiplinan serta kepedulian terhadap masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk aparatur yang memiliki mental dan spiritual yang tangguh serta menjadi motor penggerak dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, melayani dan berakhlak mulia. (*)
×
Berita Terbaru Update