Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hoyak Tabuik Pariaman 2026 Meriah, Giring Ganesha Soroti Peran Budaya bagi Ekonomi Kreatif

28 Juni 2026 | 28.6.26 WIB Last Updated 2026-06-28T13:47:12Z



Pariamantoday #Tabuik2026 - puluhan ribu masyarakat dan wisatawan memadati pesisir Kota Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (28/6/2026), untuk menyaksikan puncak perayaan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026, tradisi tahunan yang mempertemukan sejarah, kebudayaan, dan geliat ekonomi kreatif daerah.


Puncak rangkaian acara ditandai dengan prosesi Tabuik Naiak Pangkek, Hoyak Tabuik, hingga Tabuik Dibuang ka Lauik di Pantai Gandoriah. Dua Tabuik, yakni Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang, diarak masyarakat sebelum akhirnya dilarung ke laut menjelang matahari terbenam sebagai penutup seluruh rangkaian festival yang berlangsung sejak 16 Juni 2026.


Wali Kota Pariaman Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menyambut antusias pelaksanaan pesta budaya tersebut. Menurut Yota Balad, Hoyak Tabuik bukan hanya menjadi warisan budaya yang terus dijaga, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara tradisi masyarakat, promosi wisata, dan pertumbuhan ekonomi lokal.


“Hoyak Tabuik adalah identitas Pariaman yang telah diwariskan lintas generasi. Tugas pemerintah adalah memastikan tradisi ini tetap hidup, dikelola dengan baik, serta memberi manfaat bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” ujar Yota Balad.


Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Hoyak Tabuik merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku budaya, aparat keamanan, dan seluruh unsur pendukung.


“Tradisi ini bukan hanya tentang prosesi budaya, tetapi juga tentang kebersamaan. Ketika masyarakat datang, ekonomi bergerak, pelaku usaha mendapatkan ruang, dan Pariaman semakin dikenal luas,” katanya.


Puncak Hoyak Tabuik 2026 juga dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha bersama istrinya. Giring menyaksikan langsung prosesi akhir Tabuik Dibuang ka Lauik di Pantai Gandoriah, termasuk momen ketika masyarakat berebut ornamen pada bagian menara Tabuik setelah prosesi pelarungan.


Menurut Giring, pelestarian budaya seperti Tabuik memiliki dampak yang luas karena tidak hanya menjaga nilai sejarah, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru melalui pariwisata dan industri kreatif.


“Budaya yang hidup adalah budaya yang memberi manfaat bagi masyarakat. Tabuik menunjukkan bagaimana sebuah tradisi dapat menjadi kekuatan ekonomi sekaligus identitas bangsa,” ujar Giring.


Suasana puncak festival semakin semarak ketika Giring yang dikenal sebagai mantan vokalis band Nidji diminta tampil di panggung utama. Ia membawakan dua lagu populer, “Laskar Pelangi” dan “Hapus Aku”, yang disambut antusias oleh pengunjung.


Selain menikmati prosesi budaya, Giring juga menunjukkan dukungan terhadap produk lokal Pariaman. Ia menyebut istrinya membeli kain khas Pariaman, sementara mereka membawa pulang sejumlah produk keripik lokal sebagai oleh-oleh.


Sebelum prosesi Tabuik Dibuang ka Lauik, Pemerintah Kota Pariaman menghadirkan berbagai agenda pendukung yang menghidupkan suasana kota selama rangkaian festival.


Kegiatan tersebut mencakup pertunjukan seni, malam hiburan rakyat, penampilan band daerah, kolaborasi musik tradisional Katumbak dengan kesenian modern, hingga pertunjukan reog Ponorogo.


Ajang pemilihan Cik Uniang-Cik Ajo Duta Wisata Kota Pariaman 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian acara, sebagai upaya memperkuat promosi pariwisata dan melibatkan generasi muda dalam memperkenalkan potensi daerah.


Di sisi ekonomi, kawasan festival diramaikan oleh Bandagala (Bandar Dagang Laut) dan bazar UMKM yang menghadirkan kuliner khas seperti nasi sala, makanan balado, serta berbagai produk kerajinan lokal.


Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 tercatat masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan pemerintah pusat. Status tersebut memperkuat posisi Tabuik sebagai salah satu agenda budaya unggulan Indonesia dengan tema “Magnificent West Sumatra: Tradisi yang Tak Pernah Mati”.


Pemerintah Kota Pariaman mengalokasikan anggaran dari APBD untuk mendukung pelaksanaan festival, termasuk penyelenggaraan acara dan fasilitas pendukung.


Pihak keamanan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, TNI dan Polri serta unsur terkait lainnya disiagakan sepanjang kawasan kegiatan untuk memastikan kelancaran arus pengunjung dan keamanan selama puncak acara.


Dengan berakhirnya prosesi Tabuik Dibuang ka Lauik, Hoyak Tabuik Piaman 2026 kembali mencatatkan dirinya sebagai panggung budaya yang mempertemukan sejarah, kreativitas, dan harapan ekonomi masyarakat Pariaman. (OLP)

×
Berita Terbaru Update