Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 Digelar 16-28 Juni, Pemko Fokus pada Tradisi dan Dampak Ekonomi

13 Mei 2026 | 13.5.26 WIB Last Updated 2026-05-13T13:59:09Z


Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pesona Hoyak Tabuik Piaman Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 16 Juni hingga puncak acara pada 28 Juni 2026.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Rabu (13/5/2026).

Rapat dihadiri unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tokoh adat Pasa dan Subarang serta panitia pelaksana. Pertemuan itu menjadi langkah awal untuk menyelaraskan pelestarian tradisi budaya dengan pengembangan sektor pariwisata modern di Kota Pariaman.

Dalam arahannya, Mulyadi menekankan agar seluruh prosesi ritual Tabuik tetap mempertahankan nilai keaslian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari dua abad.

“Mulai dari prosesi Maambiak Tanah hingga Tabuik Dibuang Ka Lauik, kita meminta seluruh pihak tetap menjaga kekompakan dan keaslian tradisi lokal,” ujarnya.

Ia mengatakan lonjakan wisatawan setiap tahun membuat pemerintah perlu memprioritaskan penataan parkir, rekayasa lalu lintas serta kenyamanan pengunjung di kawasan pantai dan pusat kegiatan.

Selain sebagai agenda budaya, Pemko Pariaman juga ingin Pesona Hoyak Tabuik menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Iven ini harus memberikan dampak ekonomi riil bagi masyarakat Kota Pariaman, mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan hingga penginapan,” katanya.

Mulyadi juga meminta Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan Satpol PP memastikan kebersihan kawasan serta keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Menurutnya, Pesona Hoyak Tabuik Piaman merupakan ikon budaya kebanggaan Kota Pariaman yang pada tahun ini akan dikemas lebih atraktif dan profesional dengan tema Magnificent West Sumatera: Tradisi yang Tak Pernah Mati.

Adapun rangkaian kegiatan budaya yang akan digelar meliputi prosesi Maambiak Tanah, Manabang Batang Pisang, Maradai, Turun Panja, Maatam, Maarak Jari-Jari, Maarak Saroban, Tabuik Naiak Pangkek hingga prosesi puncak Tabuik Dibuang Ka Lauik.

Selain prosesi utama, Pemko Pariaman juga akan menghadirkan berbagai atraksi budaya Minangkabau, pertunjukan seni tradisional dan modern, Tabuik Culture Fashion Festival, Festival Kuliner Tradisional Piaman serta bazar ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku UMKM lokal.

“Kita ingin ekonomi masyarakat meningkat selama rangkaian kegiatan Tabuik berlangsung. Namun yang paling penting adalah kesiapan tim keamanan dan kesehatan yang harus selalu siaga di setiap rangkaian acara yang dipadati masyarakat,” tutup Mulyadi. (*)
×
Berita Terbaru Update