Pariaman, Sumatera Barat - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Pariaman, Yosneli Balad, membuka kegiatan pentas seni sekaligus pelepasan anak Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Pariaman yang digelar di Aula TK Pembina dan Aula SMKN 2 Pariaman, Selasa.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan siswa TK yang menampilkan berbagai pertunjukan seni sebagai bagian dari perpisahan sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.
Dalam sambutannya, Yosneli menekankan pentingnya menciptakan proses transisi yang menyenangkan bagi anak-anak dari pendidikan usia dini menuju sekolah dasar.
“Masa beralih dari TK ke SD adalah fase krusial bagi anak. Kita harus memastikan mereka menyambut jenjang SD dengan perasaan gembira, penuh percaya diri, dan tanpa rasa takut,” kata Yosneli.
Ia meminta orang tua dan tenaga pendidik tidak membebani anak dengan tuntutan berlebihan, terutama terkait kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara instan.
Menurut dia, fokus utama pendidikan anak usia dini adalah pembentukan karakter, kemandirian, dan kematangan emosional anak.
“Pentas seni ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri mereka sejak dini,” ujarnya.
Yosneli juga menyampaikan apresiasi kepada guru dan orang tua atas peran mereka dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi masa depan.
“Kelulusan dari TK bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju jenjang pendidikan dasar. Sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan anak,” kata Hertati.
Menurut dia, kegiatan pelepasan dan pentas seni itu bukan sekadar seremoni, melainkan ajang untuk menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri anak-anak.
Pentas seni dan pelepasan siswa TK tersebut digelar di dua lokasi. Aula TK Pembina Kota Pariaman diikuti 84 siswa, sedangkan kegiatan di Aula SMKN 2 Pariaman yang melibatkan TK Aisyiyah se-Kota Pariaman diikuti sekitar 250 peserta. (*)