Pariaman, Sumatera Barat - Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Pariaman bersama Dinas Kesehatan Kota Pariaman menyalurkan daging kurban dan bantuan gizi kepada puluhan ibu hamil di Kota Pariaman pada Kamis, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan perayaan Idul Adha itu berlangsung di Sekretariat IBI Cabang Kota Pariaman, Perumahan Graha Dirga Bakrie III, Desa Kampung Baru Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur.
Ketua IBI Kota Pariaman, Badriah Khalidi, mengatakan program tersebut merupakan agenda tahunan organisasi profesi bidan di daerah itu melalui gerakan “IBIQU BERIMAN”.
“Selain pembagian daging kurban, ibu hamil juga mendapatkan bantuan uang dan tambahan makanan bergizi untuk mendukung kesehatan ibu dan janin,” kata Badriah dalam sambutannya.
Menurut dia, tahun ini panitia menyediakan dua ekor sapi dan satu ekor kambing untuk disalurkan kepada masyarakat dan ibu hamil. Sebanyak 50 ibu hamil menjadi penerima bantuan pada kegiatan tersebut.
Badriah mengatakan program itu juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-75 IBI Cabang Kota Pariaman dan HUT ke-24 Kota Pariaman dengan tema “Bidan Sahabat Perempuan, Menuju Pariaman Sehat dan Sejahtera”.
Ia menambahkan, perhatian terhadap kesehatan ibu hamil menjadi faktor penting dalam menekan angka stunting karena gangguan pertumbuhan anak dapat bermula sejak masa kehamilan.
“Stunting dimulai sejak anak berada dalam kandungan. Karena itu, pemenuhan gizi ibu hamil menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Camat Pariaman Timur Ahmad Syaukani mengatakan program tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Pariaman dalam memperkuat perhatian terhadap 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode yang dinilai krusial bagi tumbuh kembang anak.
“Pemenuhan nutrisi yang baik sejak masa kehamilan sangat penting untuk mencegah stunting,” kata Ahmad Syaukani.
Kegiatan ditutup dengan tausiyah yang disampaikan pimpinan Pondok Pesantren Modern Taman Pendidikan Ulama Zuama, Afrinaldi Yunas, dan dihadiri pengurus IBI, perangkat desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat. (*)