Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Yota Balad Dorong Industri Kreatif Lewat Workshop Visual dan Storytelling

19 April 2026 | 19.4.26 WIB Last Updated 2026-04-19T04:55:02Z


Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk memperkuat kapasitas pelaku industri kreatif melalui workshop fotografi, storytelling, dan desain digital berbasis Canva Pro, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan bertema “Resiliensi Visual untuk Promosi Ekonomi Kreatif dan Kebangkitan Sumatera Barat” itu diikuti 50 pelaku industri kreatif dan digelar di Aula Pertemuan Gedung Bersama Lantai III, Karan Aur, Kota Pariaman.

Workshop dibuka langsung oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, didampingi Direktur Penerbitan dan Fotografi Kemenekraf Iman Santosa, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi, serta menghadirkan narasumber Marrysa Tunjung Sari (visual storyteller dan fotografer), Afili Sari, dan Arianus Nakhe dari Canva.

Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan bahwa kekuatan visual kini menjadi faktor kunci dalam membangun persepsi publik dan meningkatkan daya saing daerah di era digital.

“Visual bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi ujung tombak dalam menarik perhatian dan membangun identitas daerah yang kuat, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.

Ia juga mendorong Kemenekraf untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis visual.

“Saya berharap Kota Pariaman dapat menjadi kota binaan yang secara visual mampu ‘terjual’, sehingga ketika orang berbicara tentang Sumatera Barat, yang pertama terlintas adalah Pariaman sebagai tujuan wisata,” katanya.

Yota menambahkan, kegiatan ini diharapkan melahirkan ide-ide kreatif baru, memperkuat kolaborasi antar pelaku industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara itu, Iman Santosa menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari program “Ekraf Peduli”, yang dirancang sebagai respons terhadap dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah, termasuk Kota Pariaman.

Ia menyebutkan, pelatihan ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni fotografi, storytelling, dan desain digital.

“Peserta dibekali kemampuan menciptakan konten visual autentik untuk mendokumentasikan resiliensi pelaku ekonomi kreatif pascabencana melalui fotografi profesional,” ujarnya.

“Selain itu, mereka juga dilatih menyusun narasi storytelling yang menggugah, serta mengemasnya menjadi produk digital siap publikasi menggunakan aplikasi Canva,” tambahnya.

Menurut Iman, Kota Pariaman memiliki potensi besar sebagai ruang pengembangan konten visual karena kekayaan budaya dan dinamika pesisirnya.

“Pariaman bukan sekadar ruang geografis, tetapi lanskap budaya yang kaya dengan tradisi, kehidupan pesisir, dan nilai kebersamaan yang menghasilkan kekuatan visual dan narasi autentik,” katanya.

Ia meyakini, kekuatan tersebut menjadikan Pariaman relevan sebagai pusat pengembangan fotografi dan storytelling yang tidak hanya merekam realitas, tetapi juga memberi makna. (*)

×
Berita Terbaru Update