Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

12 Anak Pariaman Ikuti Psikotes Beasiswa Penuh Universitas PASIM Bandung

20 April 2026 | 20.4.26 WIB Last Updated 2026-04-20T12:06:22Z



Pariaman - Sebanyak 12 putra-putri terbaik Kota Pariaman mengikuti seleksi psikotes untuk memperebutkan beasiswa penuh di Universitas Nasional PASIM melalui jalur Pemberdayaan Umat Berkelanjutan (PUB). 


Ujian yang difasilitasi Pemerintah Kota Pariaman ini dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, di Labor Komputer SMPN 2 Kota Pariaman, Minggu (19/4/2026).


Dalam keterangannya, Mulyadi menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara independen oleh pihak kampus tanpa intervensi pemerintah daerah. Setelah tahap psikotes, tim dari Universitas PASIM akan melakukan survei langsung ke rumah calon mahasiswa untuk menilai motivasi serta mendapatkan persetujuan orang tua.


“Jalur PUB ini merupakan program beasiswa penuh yang mendukung program unggulan Pemko Pariaman, yakni Satu Keluarga Satu Sarjana Plus. Seluruh biaya kuliah hingga uang saku ditanggung sampai lulus. Seleksinya sangat ketat, bahkan jika IPK di bawah 3, peserta berisiko drop out,” ujarnya.


Ia menambahkan, Balad-Mulyadi terus memperluas akses pendidikan tinggi dengan menjalin kerja sama dengan 18 perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar Sumatera Barat, serta tengah menjajaki peluang kerja sama dengan kampus luar negeri, termasuk di Malaysia.


“Pendidikan adalah cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan. Kami berharap peserta yang mengikuti seleksi ini mampu memberikan hasil terbaik dan menjadi penggerak perubahan bagi keluarganya,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Hertati Taher, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti psikotes merupakan hasil seleksi ketat dari tahap sebelumnya. Dari 31 pendaftar awal, hanya 13 orang yang lolos administrasi dan tes daring, namun satu peserta berhalangan hadir.


“Hari ini murni seleksi dari Universitas PASIM. Pemko hanya memfasilitasi tempat dan menyebarkan informasi kepada masyarakat kurang mampu yang memiliki tekad kuat untuk kuliah,” jelasnya.


Ia juga memaparkan bahwa program beasiswa ini menjadi incaran karena fasilitasnya yang lengkap, mulai dari pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), asrama, uang saku bulanan, peminjaman perangkat kuliah, hingga peluang penyaluran kerja setelah lulus.


Untuk tahun 2026, Pemko Pariaman kembali membuka program Saga Saja Plus hingga 23 April 2026. Pengumuman hasil seleksi administrasi berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akan disampaikan pada akhir April, sebelum peserta melanjutkan ke tahap seleksi di perguruan tinggi tujuan masing-masing.


“Tahun ini tidak ada jalur mandiri, hanya jalur reguler. Kami mengimbau anak-anak Kota Pariaman untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dengan tekad dan usaha, jalan untuk meraih pendidikan tinggi pasti terbuka,” tutupnya. (*)

×
Berita Terbaru Update