Pariaman - Komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam menghidupkan kembali sektor pertanian mulai menunjukkan hasil di lapangan. Seorang petani di Desa Rawang, Kecamatan Pariaman Tengah, berhasil mengubah lahan terbengkalai menjadi kebun cabai produktif, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ketahanan pangan daerah.
Sawirman (60), petani setempat, mengatakan lahan yang kini ia kelola sebelumnya tidak digarap selama sekitar enam tahun. Lahan tersebut dipenuhi semak dan tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya.
“Saya hubungi pemilik lahan dan menawarkan untuk mengolahnya. Alhamdulillah disetujui, akhirnya kami jadikan kebun cabai,” ujar Sawirman saat ditemui.
Menurutnya, kondisi lahan yang minim pasokan air membuatnya tidak cocok untuk tanaman padi. Ia pun memilih cabai sebagai komoditas utama. Saat ini, sekitar 9.300 batang cabai telah ditanam di lahan seluas kurang lebih satu hektare.
Ia berharap dalam dua bulan ke depan, hasil panen bisa maksimal dan memberikan keuntungan yang signifikan.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, yang meninjau langsung lokasi pada Senin (30/3/2026), mengapresiasi inisiatif tersebut.
Ia menilai langkah Sawirman sebagai contoh konkret pemanfaatan lahan tidur menjadi sumber ekonomi baru.
“Kita mengapresiasi upaya petani yang telah mengubah lahan terbengkalai menjadi produktif. Ini langkah nyata yang harus didorong,” kata Yota.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan lahan tidur merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait penguatan ketahanan pangan nasional.
Pemko Pariaman, lanjutnya, telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pendataan dan evaluasi terhadap lahan-lahan terbengkalai di wilayah kota.
Pemerintah juga berencana membuka lahan baru sekitar 10 hektare untuk dioptimalkan sebagai area pertanian produktif.
Selain itu, pemerintah daerah akan membangun saluran irigasi baru dari Desa Rawang menuju Dusun Kampung Sato, Desa Pauh Timur, guna mengatasi kendala pasokan air yang selama ini dikeluhkan petani.
Ketua LPM Desa Rawang, Rafkiman, menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap pembangunan irigasi dapat segera direalisasikan agar produktivitas pertanian meningkat.
“Dengan adanya irigasi, petani bisa lebih maksimal mengolah lahan dan hasil panen pun diharapkan meningkat,” ujarnya.
Upaya ini mencerminkan pendekatan kolaboratif antara masyarakat dan pemerintah dalam mengoptimalkan potensi lokal, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis pertanian di Kota Pariaman. (*)