Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Pariaman bersama BPOM Lakukan Sidak ke Pasar Takjil

24 Februari 2026 | 24.2.26 WIB Last Updated 2026-02-24T01:53:30Z
Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meningkatkan pengawasan pangan selama bulan suci Ramadhan dengan menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pusat jajanan berbuka puasa, Senin (23/2), guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat.
Sidak dilakukan di Pasar Pabukoan Pasar Balai Kuraitaji, Kecamatan Pariaman Selatan, serta kawasan kuliner Desa Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah. Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kota Pariaman dan tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan pengawasan tersebut merupakan agenda rutin tahunan pemerintah daerah setiap Ramadhan, seiring meningkatnya aktivitas penjualan makanan dan minuman berbuka puasa atau pabukoan.

“Kegiatan ini untuk memastikan jajanan pabukoan yang dijual pedagang benar-benar aman dan bebas dari zat berbahaya seperti formalin dan boraks,” kata Yota di sela-sela peninjauan.

Petugas mengambil sejumlah sampel makanan dan minuman untuk diuji secara cepat menggunakan alat uji lapangan. Pemeriksaan difokuskan pada bahan tambahan pangan yang dilarang, pewarna tekstil, serta indikasi penggunaan formalin dan boraks pada produk seperti mi basah, tahu, dan aneka kue tradisional.

Menurut Yota, pengawasan diperlukan karena masih ditemukan indikasi makanan dengan warna terlalu mencolok atau tekstur yang tidak wajar. “Ada minuman dengan warna sangat terang dan makanan yang terlalu kenyal seperti karet. Ini yang kami waspadai,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga pembinaan kepada pedagang agar memahami standar keamanan pangan dan pentingnya menjaga kepercayaan konsumen selama Ramadhan.

BPOM Padang menyatakan hasil uji cepat di lokasi akan ditindaklanjuti dengan pengujian laboratorium jika ditemukan sampel yang mencurigakan. Pemerintah Kota Pariaman mengimbau masyarakat agar lebih selektif memilih makanan berbuka puasa dan segera melapor apabila menemukan produk yang diduga mengandung bahan berbahaya.

Pengawasan intensif akan terus dilakukan hingga akhir Ramadhan untuk memastikan momentum peningkatan konsumsi masyarakat tidak diiringi risiko kesehatan. (*)
×
Berita Terbaru Update