Pariaman - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pariaman Selatan mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Qasidah Rebana Klasik, sebagai upaya melestarikan seni tradisional yang mulai jarang diminati generasi muda.
Panitia festival menggelar rapat teknis (technical meeting) bersama guru pendamping peserta lomba di Balairung Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pariaman, Kamis (5/2). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan K3S Pariaman Selatan dan peserta lomba dari sekolah dasar.
Kepala Disdikpora Kota Pariaman, Hertati Taher, yang membuka acara itu mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh penyelenggaraan festival tersebut dan menargetkannya menjadi agenda tahunan.
“Kami telah menganggarkan dana pengembangan minat dan bakat di setiap kecamatan sebesar Rp25 juta. Ini bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung pelestarian seni dan budaya daerah sejak usia dini,” kata Hertati.
Ketua pelaksana kegiatan, Afdhal Fuady, melaporkan festival ini akan diikuti oleh 84 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah (MI) dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Hertati berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar serta memotivasi guru dan murid untuk aktif mengikuti kegiatan seni tradisional. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi setelah pelaksanaan lomba guna memperbaiki kekurangan pada penyelenggaraan berikutnya.
Rapat teknis kemudian dilanjutkan dengan pemaparan detail pelaksanaan lomba oleh sekretaris panitia, Dedi Patra, termasuk ketentuan teknis dan penilaian festival. (*)