Pariaman - Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kota Pariaman dan wilayah pesisir Sumatera Barat Jumat pagi (2/1/2026) seiring terbentuknya sistem awan konvektif aktif yang terpantau melalui citra satelit cuaca.
Pantauan satelit menunjukkan tutupan awan tebal dengan intensitas tinggi bergerak dari Samudra Hindia menuju daratan pesisir barat Sumatera, memicu hujan deras dan badai petir di sejumlah wilayah, termasuk Pariaman dan sekitarnya. Sistem cuaca ini berkembang cepat sejak dini hari dan menguat pada pagi hari.
Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun, hujan turun dengan intensitas tinggi, serta hembusan angin kencang yang berpotensi menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat.
Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi terkait korban atau kerusakan, namun warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan genangan air, longsor dan pohon tumbang.
Data satelit juga mengindikasikan suhu permukaan yang relatif hangat di wilayah pesisir, sementara daerah dataran tinggi di Sumatera Barat lebih sejuk.
Perbedaan suhu ini berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan yang masif dan tidak stabil.
Pola angin menunjukkan aliran udara dari laut menuju daratan masih aktif, yang berpotensi mempertahankan kondisi hujan badai dalam beberapa jam ke depan. Wilayah pesisir dan daerah dengan sistem drainase terbatas dinilai paling rentan terdampak.
Walikota Pariaman Yota Balad mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruang, menghindari kawasan rawan banjir dan pohon besar, sementara pihaknya terus memantau informasi cuaca terbaru dan menyiapkan langkah kesiapsiagaan. (OLP)