Pariaman - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026 tetap akan digelar sesuai jadwal, yakni pada Juni atau Juli 2026. Penegasan itu disampaikan menyusul masih adanya sejumlah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten dan kota yang dinilai belum menyatakan kesiapan mengikuti ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Mahyeldi menilai ketidaksiapan daerah mencerminkan lemahnya komunikasi antara pengurus KONI dengan pemerintah daerah masing-masing. Ia bahkan menyebut kepengurusan KONI di daerah bisa dievaluasi apabila tidak mampu memastikan keikutsertaan atlet dalam Porprov Sumbar 2026.
Menanggapi pernyataan gubernur tersebut, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, SH, MH menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pariaman bersama KONI tidak pernah menolak pelaksanaan Porprov. Namun, menurutnya, daerah membutuhkan kepastian resmi serta dasar hukum yang jelas sebagai landasan penganggaran.
Edison menjelaskan, Porprov merupakan kegiatan terencana yang membutuhkan anggaran besar, bukan ratusan juta rupiah, melainkan miliaran rupiah. Ia mencontohkan pada Porprov 2018, saat Kota Pariaman menjadi peserta, pemerintah daerah menganggarkan Rp 2,8 miliar, sementara tuan rumah saat itu adalah Padang Pariaman.
“Pemberitahuan resmi bahwa Porprov akan digelar pada Juni atau Juli 2026 baru disampaikan setelah APBD 2026 disahkan. Kondisi ini tentu menyulitkan daerah,” ujar Edison di Pariaman, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, seharusnya saat evaluasi APBD oleh Gubernur Sumbar, pemerintah provinsi memberikan arahan kepada seluruh daerah agar mengalokasikan anggaran khusus untuk Porprov.
“Kalau APBD sudah disahkan, apa pegangan daerah untuk melakukan pergeseran anggaran?” katanya.
Edison juga menyoroti bahwa Porprov Sumbar sebenarnya sudah dinantikan sejak 2022 dan 2024. Pada periode tersebut, daerah telah menyiapkan anggaran, namun ajang olahraga itu tak kunjung dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar.
Meski demikian, Edison memastikan Kota Pariaman tetap melakukan persiapan pembinaan atlet. Sejumlah cabang olahraga yang diproyeksikan dipertandingkan, seperti tenis, sepatu roda, teqball, dan cabang lainnya, terus dibina secara berkelanjutan.
Ia menegaskan KONI Kota Pariaman tetap sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Pariaman dan tidak ingin disalahkan secara sepihak.
“Kami menunggu hasil rapat gubernur dengan para kepala daerah. Setelah ada kejelasan, Pemko Pariaman siap menyesuaikan kebijakan dan anggaran,” tegasnya.
Sebagai informasi, Porprov Sumbar terakhir digelar pada 2018. Ajang ini merupakan agenda utama pembinaan atlet daerah sekaligus menjadi barometer kesiapan Sumbar menghadapi kejuaraan tingkat nasional. (OLP)