Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tanggap Darurat Ditetapkan, Warga Pariaman Diimbau Waspada, Sekolah Diliburkan

27 November 2025 | 27.11.25 WIB Last Updated 2025-11-27T05:54:56Z
Pariaman - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 8 Desember setelah hujan deras berhari-hari memicu banjir, longsor, dan kerusakan luas di setidaknya 13 kabupaten dan kota. Ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, dan operasi evakuasi terus dilakukan sejak akhir pekan lalu.

BPBD Sumatera Barat melaporkan lebih dari 10.000 rumah terdampak banjir, sementara belasan rumah hanyut akibat arus kuat di beberapa lokasi. 

Kota Pariaman menjadi salah satu wilayah yang menghadapi ancaman bencana. Di Desa Rambai, tim BPBD bersama relawan mengevakuasi warga dari area yang sulit dijangkau setelah air naik dalam waktu singkat. Pemerintah kota Pariaman telah membuka posko darurat dan mendistribusikan logistik dasar.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi mengeluarkan imbauan resmi Wali Kota agar warga di bantaran sungai dan area berisiko segera mengungsi ke tempat aman. 

“Curah hujan masih tinggi dan kondisi tanah labil. Keselamatan warga adalah prioritas kami,” ujar Mulyadi di Desa Rambai, Kamis (27/11).

Selain Rambai, beberapa titik di Pariaman Timur dan Pariaman Utara juga dilaporkan tergenang. Ketinggian air bervariasi antar titik, dari genangan rendah hingga puluhan sentimeter, berdasarkan laporan lapangan BPBD.

Di Padang Pariaman, Agam, Limapuluh Kota, dan Pesisir Selatan, longsor menutup akses jalan dan memutus beberapa jembatan kecil. Jalan nasional Padang–Pasaman sempat tidak bisa dilewati akibat banjir setinggi puluhan sentimeter di beberapa segmen.

Di Pesisir Selatan, banjir bandang dari kawasan perbukitan menyebabkan endapan lumpur di permukiman dan merusak puluhan rumah. Sementara itu, daerah hulu sungai di Agam melaporkan kejadian serupa yang membuat ratusan warga mengungsi sementara.

Hingga kini, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih bekerja membuka akses jalan dan melakukan pembersihan material longsor.

Cuaca ekstrem yang sama juga mempengaruhi Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Di wilayah pesisir Sibolga dan Tapanuli Tengah, banjir bandang dan hujan deras memaksa penghentian aktivitas sejumlah pelabuhan. Komunikasi di beberapa kecamatan sempat terganggu akibat terputusnya jaringan listrik.

Aktivitas nelayan menurun drastis karena gelombang tinggi, berdampak pada pasokan ikan harian yang biasanya dipasok ke Sumatera Barat. Penurunan ini mulai terasa di sejumlah pasar.

Gangguan transportasi, keterlambatan distribusi barang, serta penurunan aktivitas perikanan memicu tekanan ekonomi di tingkat rumah tangga. Beberapa pasar di Sumbar mencatat kenaikan harga komoditas tertentu, terutama cabai dan kebutuhan segar harian, meski tidak merata di semua daerah.

Pelaku UMKM yang bergantung pada distribusi antarkabupaten mengeluhkan keterlambatan bahan baku akibat akses jalan terputus. Sektor perikanan tangkap yang selama ini memasok Padang, Pariaman, dan Pesisir Selatan juga terhambat karena cuaca buruk di perairan barat Sumatra.

Apabila gangguan cuaca ekstrem berlangsung lebih lama, tekanan harga pangan dipastikan meningkat dalam beberapa minggu ke depan.

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, banjir bandang, dan longsor di sebagian besar Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan akibat pengaruh monsun Asia dan aktivitas pusat tekanan rendah. 

Model cuaca menunjukkan potensi peningkatan curah hujan di wilayah pesisir barat dan daerah perbukitan.

Pemerintah provinsi Sumatera Barat meminta warga tetap waspada, menghindari bantaran sungai, serta segera melaporkan apabila ada pergerakan tanah atau aliran air yang tidak biasa.

Wali Kota Pariaman Yota Balad kembali meminta warga mengikuti instruksi BPBD dan tidak menunggu hingga situasi memburuk sebelum mengungsi.

“Kami sudah melihat sendiri bagaimana cepatnya air naik. Jangan menunggu sampai gelap atau sampai aliran air makin kuat. Keselamatan jauh lebih penting,” katanya. (OLP) 
×
Berita Terbaru Update