Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

1.200 Hektare Sawah Terendam, Pemko Pariaman Fokus pada Penanganan Darurat

29 November 2025 | 29.11.25 WIB Last Updated 2025-11-29T04:34:10Z


Pariaman - Banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Pariaman dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menggenangi permukiman warga, tetapi juga merusak lahan pertanian dan infrastruktur penting. Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, bersama Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, meninjau langsung area terdampak, Jumat (28/11) untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Menurut Mulyadi, banjir merendam sedikitnya 1.200 hektare sawah masyarakat. Kerusakan terlihat di beberapa area persawahan seperti Durian Gadang Tungka Selatan, Pakotan, Sikapak Barat, Sawah Ulu, dan kawasan lain. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring berlanjutnya pendataan.

Selain sektor pertanian, banjir juga menyebabkan putusnya sejumlah jalan penyangga, di antaranya di Padusunan, Cubadak Aia, Nareh Hilia, serta beberapa titik lain yang kini perlu perbaikan darurat.

Laporan awal terkait sekitar 1.200 warga terdampak juga mengalami revisi setelah pengecekan di lapangan. 

“Jumlahnya jauh lebih banyak dari laporan awal dan kemungkinan terus bertambah,” kata Mulyadi. 

Pemerintah Kota Pariaman saat ini terus memperbarui data warga terdampak serta estimasi total kerugian.

Untuk memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, Pemko Pariaman mengoperasikan dapur umum dengan kapasitas hingga 3.000 bungkus makanan per hari. 

Bantuan makanan ini disalurkan langsung ke warga yang masih bertahan di rumah maupun yang mengungsi sementara di sejumlah masjid. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan bagi pengungsi, terutama anak-anak dan lansia yang banyak mengalami demam akibat kondisi cuaca dan lingkungan basah.

Dalam inspeksi lapangan, Mulyadi juga mengevakuasi dua kepala keluarga di Kampung Apa setelah rumah mereka mulai tergerus aliran sungai. Kedua keluarga tersebut telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. (*)


×
Berita Terbaru Update