Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Festival Literasi 2025, Yota Balad Tekankan Pentingnya SDM Berkualitas di Era Digital

25 November 2025 | 25.11.25 WIB Last Updated 2025-11-25T00:34:42Z




Pariaman - Wali Kota Pariaman Yota Balad membuka secara resmi Festival Literasi Kota Pariaman Tahun 2025 yang digelar di Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Pariaman, Senin (24/11/2025). Festival yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 November 2025, ini menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kota Pariaman dalam mendorong budaya literasi masyarakat.


Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi-misi Pemko Pariaman, yaitu “Terwujudnya Pariaman Kota Wisata yang Maju, Kreatif, Berbasis Agama dan Berbudaya.” Menurutnya, literasi menjadi fondasi utama bagi masyarakat yang kreatif dan berdaya saing.


Yota menjelaskan bahwa Festival Literasi bukan hanya acara seremonial, melainkan upaya nyata memperluas pengetahuan dan membangun budaya berpikir kritis di tengah masyarakat.


“Di era digital yang serba cepat, kemampuan literasi bukan hanya membaca dan menulis, tetapi juga memahami informasi, memilah kebenaran, serta menggunakan ilmu untuk berkarya dan berkontribusi,” ujarnya.


Program literasi dinilai sangat relevan dengan tantangan informasi yang kian kompleks, termasuk maraknya hoaks, banjir informasi, dan rendahnya minat baca masyarakat yang menjadi tantangan nasional.


Lebih lanjut, Yota Balad menyampaikan bahwa kemajuan sebuah kota tidak cukup hanya ditandai dengan pembangunan fisik. Indikator terpenting, katanya, adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).


“Kota yang gemar membaca adalah kota yang maju. Masyarakat yang melek literasi akan menjadi masyarakat yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing,” jelasnya.


Pemko Pariaman berkomitmen memperkuat ekosistem literasi melalui peningkatan kapasitas perpustakaan daerah, pengembangan program literasi sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pengetahuan.


Yota menekankan bahwa program literasi tidak mungkin berjalan efektif tanpa kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak semua pihak, dunia pendidikan, keluarga, komunitas literasi, hingga pemerintah untuk bekerja bersama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya baca dan budaya berkarya.


“Upaya ini mustahil berhasil bila hanya dilakukan pemerintah. Sekolah harus menguatkan budaya membaca, keluarga menjadi ruang pertama belajar, dan komunitas menjadi motor penggerak gerakan literasi,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Yota juga menyemangati para pelajar yang hadir. Ia menyebut bahwa generasi muda hari ini adalah wajah masa depan Kota Pariaman, Sumatera Barat, dan Indonesia.


Ia mengaitkan upaya penguatan literasi ini dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045, yang menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas nasional.


“Bermimpilah besar. Ingatlah, satu buku dapat mengubah cara berpikir, dan satu gagasan dapat mengubah masa depan,” ungkap Yota.


Festival Literasi 2025 ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti bedah buku, workshop literasi digital, pelatihan menulis untuk pelajar, pameran karya kreatif, serta sesi diskusi bersama pegiat literasi lokal. Acara ini diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya literasi sebagai jantung peradaban Kota Pariaman. (*)

 

×
Berita Terbaru Update