Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kesehatan: Ganti Obat Anti Depresan Anda dengan Kunyit

3 November 2015 | 3.11.15 WIB Last Updated 2015-11-03T10:58:34Z



Sebuah tekanan yang dihadapi oleh seseorang dapat menyebabkan sebuah kondisi yang mengarah pada depresi. Perasaan sedih yang dalam, kecewa, rasa putus asa, menyesal, tidak berharga, dan merasa tersakiti adalah hal-hal yang dirasakan. Jika hal ini berlangsung lama akan mengakibatkan kegiatan keseharian menjadi terganggu, bahkan juga dapat mengganggu kenyamanan orang lain yang berada  di dekat Anda.

Banyak gejala-gejala yang harus diwaspadai. Merasa lelah atau kehilangan energi, sehingga menjadi malas untuk beraktivitas. Hal ini diakibatkan pula oleh konsentrasi yang terganggu yang menyebabkan susah untuk fokus pada suatu hal, misalnya pada pekerjaan. Insomnia pun biasa melanda, susah untuk tidur atau bahkan tidur berlebihan (hipersomia). Gejala ini dapat dikatakan masih ringan. Untuk mengatasinya, Anda membutuhkan dukungan dari keluarga dan sahabat Anda. Berceritalah kepada mereka mengenai apa yang Anda alami. Jika belum bisa, tetaplah berkomunikasi dengan mereka, setidaknya akan meringankan beban Anda.

Selain cara tersebut, depresi pun dapat diobati dengan meminum obat. Jenis obat yang sering dkonsumsi oleh penderita ini adalah antidepresan. Obat ini memang memiliki efek yang luar biasa, namun memiliki efek samping yang tidak baik bagi tubuh, seperti insomnia, mual, lemah, dan kehilangan memori.

Kini ada terobosan baru dengan ditelitinya zat yang terkandung dalam kunyit sebagai obat depresi alami. Zat curcumin yang ada di dalamnya telah diujikan kepada 60 responden yang terbagi dalam tiga kelompok, yaitu pemberian suplemen curcumin pada kelompok pertama, penggobatan generik untuk kelompok kedua, dan kombinasi alternatif dan generik pada kelompok ketiga. Hasilnya kelompok yang menerima curcumin selama 6 minggu dengan komposisi dua kali sehari sebanyak 500 miligram memberikan hasil yang positif. Kunyit yang mengandung antioksidan yang dapat mengurangi proses inflamasi dan efek radikal bebas dalam tubuh, ternyata juga dapat digunakan sebagai obat untuk mengurangi gejala depresi.

Curcumin yang telah dibuat tepung atau serbuk atau disebut dengan BCM95 ternyata lebih mudah diserap tubuh, dibanding dengan obat antidepresan dalam bentuk generik. Penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti dari Baylor University Medical Center ini juga sangat menyarankan untuk tetap berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi curcumin.

×
Berita Terbaru Update