Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mukhlis dan Dandim Ungkap "Kesaktian" Jajar Legowo

10 Juli 2015 | 10.7.15 WIB Last Updated 2015-07-10T00:53:16Z



Walikota Parimana Mukhlis Rahman bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0308 Pariaman, Letkol Inf. Persada Alam melakukan panen perdana padi demplot pola tanam Jajar Legowo binaan Kodim dan Dinas Pertanian Kota Pariaman, di Kelurahan Alai Gelombang milik kelompok tani Gelombang Jaya, Kamis sore (9/7).

Pada kesempatan tersebut Mukhlis mengapresiasi Dandim dan jajarannya yang telah membantu masyarakat terkhusus petani dalam meningkatkan hasil produksi padi.
Ia mengatakan penanaman padi dengan pola jajar legowo merupakan wujud nyata Kodim membantu Pemerintah Kota Pariaman dalam mensukseskan program swasembada pangan di Kota Pariaman.

Selama ini terusnya, dengan pola tanam padi biasa, petanai haya bisa menghasilkan 6,2 Ton/Ha gabah panen kering. Sedangkan dengan pola tanam Jajar legowo yang telah diterapkan ini bisa menghasilkan 8,75 Ton/Ha gabah panen kering.

"Melihat hasilnya diharapkan seluruh petani di Kota Pariaman dapat menerapkan pola tanam ini, dan menjadikan kota ini menjadi sentra benih padi di Sumatera Barat seperti kesuksesan sentra benih lele yang telah berjalan.

Dia juga berharap program TNI itu bisa berjalan dengan baik dan menjadi motifasi bagi para petani lainnya. Mukhlis bahkan meminta kepada petugas penyuluh lapangan untuk serius malakukan bimbingan kepada petani terutama cara bertanam pola padi Jajar Legowo.


"Jangan hanya menerpakan pola ini bila ada bimbingan atau bantuan saja, dan kembali ke pola semula apabila tidak ada bimbingan dan pengawasan,” ingatnya.

Sementara itu, Dandim 0308 Pariaman, Letkol Inf. Persada Alam, mengatakan panen padi dengan pola tanam jajar legowo merupakan wujud dukungan TNI dalam membantu Pemko Pariaman untuk menyukseskan program swasembada pangan nasional.

Jika terus menggunakan pola tanam ini, kata dia, para petani Pariaman akan semakin maju dan berkembang. Pola tanam padi jajar legowo sudah terbukti berhasil di berbagai daerah di Indonesia yang mengadopsi pola pertanian dari sejumlah negara maju.

"Untuk perawatan padi menggunakan pupuk organik, ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar tidak lagi menggunakan pupuk kimia kerena pupuk organik tidak berdampak pada kerusakan tanah dan lingkungan,” katanya.


Angga
×
Berita Terbaru Update