Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wow..! Kota Pariaman Menjadi Tuan Rumah Voli Pantai Tingkat Nasional

30 Oktober 2013 | 30.10.13 WIB Last Updated 2013-11-06T04:07:25Z
                                          Foto: Tribunnews.com

 
Sesuai dengan hasil rapat teknis PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) Pusat tanggal 12 Oktober 2013 lalu menetapkan Propinsi Sumatera Barat sebagai penyelenggara pertandingan Bola Volly Pantai Tingkat Nasional.

Kemudian ditindak lanjuti oleh PBVSI Propinsi Sumatera Barat, dari hasil surveynya, ditetap Kota Pariaman sebagai tempat yang tepat dalam pelaksanaan penyelenggaraan iven bergengsi ini. Sangat beralasan sekali, Siapa yang meragukan keindahan Pantai Pariaman? Dan Pantai Pariaman pun punya Standar melandai serta berpasir merurai yang konon sangat cocok untuk Lapangan.

Voli pantai adalah variasi dari bola voli, yang dimainkan di atas pasir. Dua tim yang dipisahkan oleh jaring memukul bola voli menggunakan lengan atau tangan. Para pemain berusaha untuk memukul bola melawati atas jaring agar memasuki lantai di daerah lawan, serta harus mencegah bola jatuh di daerah mereka sendiri.

Voli pantai populer sebagai aktivitas rekreasi di tempat-tempat yang memiliki pantai berpasir yang luas, namun sering juga dimainkan di lapangan pasir yang bukan di pantai. Bahkan, olahraga ini populer di beberapa negara yang tidak berbatasan dengan laut, seperti Swiss.

Olahraga ini termasuk olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade, dan badan tertingginya adalah Fédération Internationale de Volleyball. Menurut peraturan resmi, voli pantai menggunakan dua orang dalam satu tim.

Kembali ke topik, Hal ini disampaikan ketua umum pelaksana kegiatan Kanderi (Kadispora) didampingi Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Kota Pariaman Zahirman, Rabu (30/10/2013) ketika melaporkan rencana kegiatan ini diruang kerja Wakil Walikota Pariaman Genius Umar.

Kanderi mengatakan, dalam menyambut iven ini Kota Pariaman melalui PBVSI telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah yang rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 13 s/d 16 November 2013 di Pantai Gandoriah Kota Pariaman.

Karena selain ivent olahraga, kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai ajang promosi wisata Kota Pariaman yang lebih terkenal dengan sebutan Kota Tabuik. Dimana Tabuik merupakan salah satu pesta budaya yang membawa nama Kota Pariaman sampai go Internasional.

Kejurnas Bola Voli Pantai ini digelar khusus untuk Usia PON, rencananya akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan diikuti oleh 34 provinsi di seluruh Indonesia. Total hadiah yang akan diperebutkan peserta bernilai Rp.80 Juta yang ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.




Memahami Ciri-ciri Permainan Voli Pantai




Karena permainan ini merupakan salah satu varian dari olahraga bola voli, maka secara umum terdapat peraturan yang kurang lebih sama. Meski demikian, ada beberapa poin juga yang berbeda dari induk olahraganya. Misalnya saja jumlah pemain, menurut aturan resminya, pemain bola voli biasa berjumlah 6 orang per timnya sementara itu jumlah pemain pada voli pantai hanya 2 orang per timnya. 
Hal lain yang juga sangat mencolok tentunya medium lapangan, yang satu padat dan voli pantai tentunya berpasir. Untuk memahami permainan voli pantai secara menyeluruh, simak ciri-ciri atau karakter permainan tersebut sebagai berikut:
  1. Ukuran lapangan permainan voli pantai lebih sempit jika dibandingkan dengan ukuran lapangan permainan voli biasa yakni 8 x 8 meter. 
  2. Di dalam permainan voli pantai tidak dikenal adanya garis 3 meter.
  3. Apabila salah seorang pemain olahraga voli pantai melakukan blocking, dan block tersebut menyentuh net sampai terpental dan kemudian menyentuh blocker ataupun teman satu timnya, maka pukulan tersebut dianggap sebagai poin.
  4. Di dalam permainan voli pantai, jika seorang pemain menyebrangi area net lawannya tidak dianggap sebagai sebuah pelangaran jika apa yang ia lakukan tidak mengganggu gerakan tim lawannya tersebut.
  5. Dalam voli pantai dikenal adanya open-hand dinks atau oper bola ke arah wilayah lawan dengan memakai ujung jari pemain, hal ini dianggap sebagai sebuah pelanggaran meski di dalam permainan bola voli biasa hal tersebut tidak masuk ke dalam kelompok pelanggaran.
  6. Adapun servis di dalam olahraga voli pantai dilakukan secara bergiliran namun di dalamnya tidak dikenal adanya pergantian pemain seperti layaknya yang biasa dijumpai dalam permainan bola voli biasa.
  7. Pemain voli pantai tidak menggunakan alas kaki selama bermain atau dikenal dengan istilah barefoot.
  8. Olahraga voli pantai dimainkan dengan jumlah set 3. Tim yang memenangkan pertandingan adalah mereka yang memenangkan 2 set. Setiap set dalam voli pantai berjalan hingga 21 poin dengan 2 poin tambahan. Set terakhir berjalan hanya 15 poin dengan tambahan 2 poin.
  9. Kostum pemain voli pantai wanita dahulu adalah 2 piece bikini. Namun saat ini FIVB telah menerapkan aturan bahwa pemain khususnya wanita boleh menggunakan pakaian olahraga dengan lengan. Hal ini dimaksudkan agar olahraga voli pantai jauh dari kesan seronok yang selama ini mengekor di belakangnya.
  10. Bola yang digunakan dalam voli pantai memiliki ukuran yang lebih besar dan juga terasa lebih lunak jika dibandingkan dengan voli biasa. Dan bola tersebut lebih dimainkan dalam pola tekanan internal yang lebih rendah.
Isyarat Tangan Dalam Voli Pantai

Ada hal menarik lainnya yang patut disimak dalam olahraga voli pantai, yakni isyarat tangan. Hal ini merupakan teknik dasar yang harus dipahami oleh mereka atlit voli pantai, sebab isyarat tersebut merupakan koordinasi di antara pemain yang merupakan bagian dari strategi permainan. 


Dengan isyarat tangan, pemain bisa mengkomunikasikan langkah penyerangannya dan tidak diketahui oleh tim lawan sebab tangan beraksi di belakang badan. Adapun isyarat tangan tersebut antara lain sebagai berikut: 



  1. Closed Fist, yakni isyarat tangan dengan memakai kepalan tangan. Hal ini berarti tak perlu dilakukan blocking pada sisi lapangan.
  2. One Finger, merupakan isyarat agar pemain melakukan blocker pada bagian spike tim lawan dan mengarahkan block tersebut pada bawah garis atau juga ke arah spiker tim lawan mereka.
  3. Two Fingers, yakni teknik isyarat tangan yang berarti blocker harus melakukan block ke arah sudut lapangan lawan biasanya dengan teknik menyilang.
  4. Open Handa, merupakan isyarat tangan dalam voli pantai yang berarti sang blocker harus melakukan block sama seperti poisis set yang diterapkan oleh tim lawan mereka.

Doni Sonipa & Oyong Liza Piliang
×
Berita Terbaru Update