Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dugaan Korupsi Ibas Demokrat Terjun Bebas

1 Maret 2013 | 1.3.13 WIB Last Updated 2013-03-01T04:45:28Z

Masyarakat mulai disodori babak baru drama korupsi berjamaah Partai Demokrat dengan disebutnya nama Edhie Baskoro “Ibas” Yudhoyono dalam kasus Nazaruddin. Sebenarnya nama Ibas Yudhoyono bukan pertama kali ini disebut-sebut menerima aliran uang korupsi Nazaruddin,sebab sejak kasus Nazar mencuat,nama Ibas sudah santer disebut menerima aliran uang korupsi Nazar,namun entah kenapa kemudian lenyap secara perlahan akibat berita buronnya Nazaruddin lebih kencang waktu itu.

Sekarang Anas Urbaningrum dengan gayanya yang khas mencoba memberi opini baru kepada masyarakat sewaktu dirinya diwawancarai secara eksklusif oleh RCTI tentang “Apakah Ibas Yudhoyono juga ikut menerima dana Hambalang?” ; Anas tidak menjawab “YA atau TIDAK”…..Tetapi melempar pertanyaan itu selayaknya yang menjawab adalah Amir Syamsuddin yang sekarang menjadi Menkumham,kecuali Amir tidak bisa menjawab maka dirinya yang akan menjawabnya nanti. Itulah gaya politik kelas tinggi yang selalu dimainkan oleh Anas dalam menyerang lawan-lawannya.

Tentu saja Amir dan Ibas langsung memberikan bantahan,dan itu lumrah saja seperti halnya waktu Nazar juga melempar tuduhan-2 kepada para koleganya di PD dulu ; Kenyataannya Angelina “angie” Sondakh menjadi terpidana dan Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum sekarang statusnya tersangka korupsi…!. Seorang Amir Syamsuddin pun sulit dipercaya oleh publik,sebab dirinya sendiri sedang diisukan menikah lagi dengan wanita muda,alias beristri dua….!

Masyarakat meyakini bahwa Nazaruddin bukan orang bodoh yang menjadi Bendahara Umum sebuah Partai Politik besar waktu itu. Diyakini drama tuduhan Nazar bukannya tanpa bukti-2 pendukung yang kuat,apalagi tuduhan itu berhadapan dengan parpol penguasa serta presiden SBY yang citra politiknya waktu itu sangat kuat. Masyarakat pun meyakini bahwa gaya Nazar tidak membuka semuanya mempunyai tujuan agar dirinya bisa dibantu oleh penguasa untuk bisa bebas murni atau dihukum seringan-ringannya ; Membujuk Nazar bukan perkara yang mudah,sebab dirinya juga mempunyai kepentingan untuk lolos dari kasusnya.

Oleh karena itu masyarakat juga sedang menunggu buka-bukaan Anas dan Nazar perihal keterlibatan Ibas Yudhoyono,kalau tidak segera dibuka maka nasib PD akan semakin runyam dengan “menggantung isu korupsi Ibas” seperti halnya waktu PD menggantung isu korupsi Anas hingga menimbulkan konflik besar di internal PD. Isu korupsi Ibas yang digantung juga akan menurunkan elektabilitas PD menjelang Pemilu 2014,sebab Ibas juga salah satu pemeran iklan PD “Katakan TIDAK pada korupsi” dan yang pasti putra SBY,tokoh sentral di parpol tersebut. Isu korupsi Ibas akan lebih gawat daripada isu korupsi Anas.

Yang pasti,bantahan demi bantahan dari keluarga Cikeas dan para kroninya dipastikan akan terus bermunculan seperti halnya waktu Anas dituduh oleh Nazar ; Dukungan media yang terus menerus memberitakan dugaan keterlibatan korupsi Ibas Yudhoyono juga akan menentukan nasib Ibas selanjutnya. Tentu saja parpol yang memiliki media TV seperti TV One dan Metro TV tidak mungkin akan melewatkan kesempatan ini untuk “menjatuhkan” Partai Demokrat. Tentu saja ini akan membuat keluarga Cikeas was-was setelah isu Ibas Yudhoyono merebak lagi….

Hari-hari kedepan masyarakat berharap lembaran drama korupsi Partai Demokrat yang diduga melibatkan keluarga Cikeas terus dibuka,agar kebenaran bisa ditegakkan…! KPK dituntut lebih berani dan mempunyai nyali untuk menangani dugaan korupsi ini,sebab SBY pernah mengatakan “Yang benar katakan benar,yang salah katakan salah.

catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer
×
Berita Terbaru Update