Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bhatoegana Vs Karni Ilyas

8 Februari 2013 | 8.2.13 WIB Last Updated 2013-02-08T16:51:15Z

Setelah acara ILC (Indonesia Lawyer’s Club) di TV One,banyak orang memperbincangkan bagaimana kali ini Sutan Bhatoegana berhasil menohok Karni Ilyas yang menjadi host acara tersebut. Sebagai wartawan senior ,Karni Ilyas kali ini terlihat seperti “partisan” walau dirinya mengaku bukan partisan,kenapa…? Sebab Bhatoegana menyerang Karni dengan kalimat yang tepat (…sampai orang-2 pun berpikir “koq kali ini Bhatoegana bisa berpikir ‘waras’…..”),yaitu “sekali korupsi tetap korupsi,mau anggota partai atau ketua partai,tetap saja korupsi….”. 

Pernyataan Bhatoegana ini dimaksudkan untuk merespon pernyataan Karni Ilyas yang pada acara malam itu sepertinya mau membandingkan bahwa kasus korupsi di Partai Demokrat dan PKS lebih berbobot dibandingkan kasus korupsi di Golkar,sebab melibatkan petinggi partai.

Walau ILC pernah menayangkan juga beberapa peristiwa yang melibatkan kader Golkar seperti kasus pengadaan Qur’an dan kasus Bupati Garut Aceng Fikri,namun pernyataan Karni Ilyas memang waktu itu “keseleo lidah” karena memperbandingkan kasus korupsi anggota partai dengan ketua partai politik. Seharusnya Karni Ilyas menyadari,bahwa “dosa tetap dosa….tidak ada dosa besar atau dosa kecil,sekecil dan sebesar apapun tetap saja Dosa” dan “sekali korupsi adalah korupsi, tidak ada korupsi anggota parpol dan korupsi ketua parpol”

Masyarakat juga sebenarnya ingin tahu lebih lanjut kasus korupsi pengadaan Qur’an yang melibatkan kader Golkar dan informasinya mulai menyeret petinggi Golkar Priyo Budi Santoso. Kalau saja KPK menangkap dan menyeret PBS sebagai tersangka korupsi,apakah kira-2 ILC akan menayangkan atau membahas korupsi PBS….? Inilah yang ditunggu-tunggu oleh publik dan mudah-2an saja harapan publik bisa terpenuhi mengingat sampai sekarang didalam benak publik meyakini bahwa korupsi yang dilakukan oleh para kader parpol yang tertangkap oleh KPK tidak dilakukan sendirian,tetapi dilakukan secara berjamaah dengan melibatkan para petinggi parpol tersebut. Sebab parpol menerapkan sistem setoran untuk menghidupi keuangan parpol dengan cara-2 yang hanya mereka yang tahu.

ILC yang diharapkan sebagai wahana pembelajaran politik dan hukum publik Indonesia diharapkan berlaku netral dengan Karni Ilyas yang non partisan. Kalau saja ILC dipakai oleh Golkar untuk menjatuhkan pamor parpol-2 lainnya,maka dipastikan orang mulai meragukan Karni Ilyas. Banyak kasus besar yang melibatkan Ketua Umum Golkar seperti kasus Lapindo, kasus pajak ,dll yang belum dikorek kembali….Ini juga bom waktu bagi Golkar,ataukah nantinya Metro TV atau TV swasta lain akan menayangkan acara sejenis ILC untuk menjatuhkan pamor si Ical…? Publik terus menunggu sebagai pembelajaran politik 

Catatan Mania Telo Freedom Writers Kompasianer
×
Berita Terbaru Update