Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dahlan Iskan Vs Prabowo

4 Oktober 2012 | 4.10.12 WIB Last Updated 2012-10-05T04:12:43Z

Menteri BUMN Dahlan Iskan tampak semakin mempopulerkan figurnya melalui media massa. Memang, sepertinya ia ‘malu-malu’ untuk mengaku antusias meramaikan bursa calon presiden (capres) pada 2014 mendatang. Tapi fakta di lapangan membuktikan, Dahlan terus bergerilya untuk menaikkan elektabilitas (keterpilihan) pada Pemilu 2014.

Foto di atas sengaja saya tampilkan, bahwa Dahlan begitu serius menampilkan siapa dirinya ke publik. Belum lagi, ia selalu rajin menulis di surat kabar Grup Jawa Pos untuk membahas masalah kebangsaan atau pelayanan publik.

Grup Jawa Pos adalah lembaga pemberitaan yang pernah menjadi tempat bekerja Dahlan, hingga ia diangkat menjadi Direktur Utama PT PLN. Konon, media yang berpusat di Surabaya ini memiliki jaringan yang sangat luas di seluruh daerah Tanah Air, sehingga banyak masyarakat mengenal koran lokal yang menjadi anak perusahaan Grup Jawa Pos. Jadi, tulisan-tulisan Dahlan Iskan menjadi ujung tombak pencitraan dirinya setiap pekan, di samping pemberitaan kinerja perusahaan-perusahaan BUMN.

Nah, apa hubungan Dahlan dengan Prabowo Subianto?
Prabowo adalah Ketua Dewan Pembinan Partai Gerindra, yang pernah gagal di Pemilu Presiden 2004 dan kini mau mencalonkan diri kembali di Pilpres 2014. Meski pada Pilpres 2009 menjadi calon wakil presiden, tapi ia ‘nekat’ mencalonkan diri menjadi capres 2014. Ya, sebagian orang bilang Prabowo nekat, tapi bagi saya, kemungkinan memenangkan pertarungan 2014 masih tetap ada.

Apalagi berdasarkan survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research&Consulting (SMRC), capres terpopuler dan memiliki elektabilitas dipegang oleh Prabowo Subianto (19,1%). Aburizal Bakrie dan Megawati Sukarnoputri berada di posisi kedua dan ketiga dengan perolehan beda tipis. Posisi keempat dipegang oleh Jusuf Kalla. Nah, uniknya ada capres yang popularitasnya naik tajam, yakni Dahlan Iskan sebesar 5,6 persen.

Menurut saya, Dahlan adalah kompetitor terdekat Prabowo. ‘Mesin politik’ Dahlan lebih produktif daripada Bakrie dan Mega. Kemampuan Dahlan dalam menguasai medan pertempuran media massa, merupakan lawan tanding terberat bagi Prabowo. Meski Prabowo memiliki ‘uang’ untuk membayar iklan di media massa, tapi Dahlan cukup dengan tulisan-tulisan ‘gratis’ yang bisa tayang tanpa ada hambatan dan gugatan. Apalagi, tulisan-tulisan Dahlan cukup memenuhi standar jurnalistik.

Saat ini hingga sebulan menjelang Pemilu Legislatif, biasanya capres sangat berhati-hati untuk menjalankan mesin politiknya. Selain rawan dianggap kampanye curi start, pencitraan itu cukup menghabiskan dana dan tenaga, yang seharusnya bisa digunakan untuk para relawan tim sukses. Inilah bedanya Dahlan dengan capres lain. Semua capres harus mengeluarkan biaya ekstra untuk ‘pemanasan’ mesin politik, sedangkan Dahlan cukup di depan komputer untuk menulis rangkaian kata. Gratis pula. Khusus penerbitan buku, saya pikir biayanya cukup murah sekitar Rp 50 hingga Rp 100 juta, tergantung jenis kertas dan cara promosinya.

So, bagaimana cara Prabowo mengatasi Dahlan? Dalam politik, tak ada musuh abadi, karena yang ada adalah kepentingan abadi. Bisa saja, jika Prabowo berminat, Dahlan disiapkan untuk menjadi pendampingnya di Pilpres 2014. Kira-kira, maukah mereka?

catatan Jackson Kumaat Freedom Writers Kompasianer
×
Berita Terbaru Update