Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pencitraan "Gagal" Ala Foke

16 September 2012 | 16.9.12 WIB Last Updated 2012-09-16T11:34:21Z

Entah “iklan advertorial” dalam rangka kampanye Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua atau bukan,Metro TV pada tgl.15 September 2012 menayangkan acara “Special Event: Untukmu Jakarta.” . Tetapi diyakini oleh banyak pihak,bahwa pada jam tersebut banyak pemirsa Metro TV yang langsung mematikan TV-nya atau berpindah channel…kenapa? Karena acara tersebut sangat mirip sekali dengan acara “kelompencapir” yang sering dilakukan oleh mantan presiden Soeharto.

Kelompencapir, yang merupakan singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa, adalah kegiatan pertemuan untuk petani dan nelayan di Indonesia yang dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Suharto. Kegiatan ini mengikutkan petani-petani berprestasi dari berbagai daerah. Mereka diadu kepintaran dan pengetahuannya seputar pertanian, antara lain soal cara bertanam yang baik dan pengetahuan tentang pupuk dengan model mirip cerdas cermat. Namun dalam perkembangannya seringkali dijadikan ajang “tanya jawab” yang sudah diatur sedemikian rupa sehingga mengesankan Soeharto begitu piawai menguasai permasalahan pertanian.

Demikian pula acara di Metro TV tersebut,si Foke seperti sosok Gubernur yang begitu hebat,bersih dan berprestasi serta mempunyai segudang rencana untuk memajukan DKI Jakarta. Para penanya-nya pun diyakini sudah di setting dan merupakan para pendukung Foke. Cuman sayang,kesan yang diperoleh pemirsa yang menyaksikan sebagian acara tersebut adalah “cenderung menjilat”,demikian pula dengan pembawa acaranya.

Model kampanye Foke seperti yang ditayangkan oleh Metro TV kemarin sebenarnya merugikan imej Foke secara pribadi,sebab sebagian besar masyarakat berpikiran negatif terhadap acara-2 seremonial pejabat. Justru acara yang mengalir tanpa terkesan di setting terlebih dahulu akan lebih mengena di hati masyarakat,selain itu juga akan mengundang simpati . Model “kelompencapir” Soeharto sudah tidak laku lagi di praktekkan di era Reformasi,lihat saja presiden SBY yang mencoba mempraktekkan hal-hal seperti itu di berbagai acara,justru orang mencibir dan enggan melihat acara tersebut. Era sekarang orang mudah tersentuh akan hal-hal yang “seperti” mengalir ,bukan di buat begitu rupa hanya untuk sebuah pencitraan…!
Metro TV sebagai TV swasta tentu mendapat “bayaran” yang cukup besar atas acara tersebut dari Foke,sebab acara tersebut termasuk “Booking Prime Time” untuk sebuah “iklan advertorial” …

Tetapi kalau dilihat dari respon beberapa teman yang menyaksikan acara tersebut,semuanya sangat negatif… Entah bagi pemirsa yang lain…


catatan mania telo freedom writers kompasianer
×
Berita Terbaru Update