Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lumuik Sungai Dareh dan Study Banding? Datang Ke Bukittinggi !

30 Agustus 2012 | 30.8.12 WIB Last Updated 2012-08-30T14:52:48Z

sepulang dari bukittinggi dan istirahat dirumah sejenak, kota pariaman didaram hujan lebat disertai badai. ketika menjemput kedua anak hendak pulang dengan mobil ada pohon tumbang melintangi jalan menuju cimparuah lewat simpang tiga jalan baru, sehingga saya terpaksa menyurutkan kendaraan yg pajaknya menunggu hari ini dan memilih rute kp baru - gelombang - cimparuah. sesampai dirumah hujan tiba-tiba mereda..bini menghidangkan nasi sepiring dengan sambal ikan situwuak ditambah sambal terong yg ditumis bersama buah peria yg dibelinya dipasar, selalu begitu setiap harinya dg beragam macam menu berbeda. istri saya tak memasak karena ia juga berkarier mancipitih.

semabari makan dan suap terakir terdengar bunyi dentum kembang api yg sangat acap dan entah siapa yg memicunya disaat hari lembab masih rinai ini.

tadi saya kebukittinggi menemui beberapa senior dan teman sejawat yg baleak jumlahnya dikota sejuk itu. 5 tahun lamanya saya pernah bermukim disana.disisa-sisa lebaran ini  saya sempat memperhatikan aktifitas pasar atas dan kebun binatang yg masih ada sisa-2 keramaiannya. bersama sahabat saya sempat membeli batu cincin berikat perak dan sebuah kacamata yg tak menghabiskan duit banyak untuk keduanya.



dipalanta dakemong cina minang yg lihai menyeduh kopi O dimana saya dan rekan-2 berkumpul biasanya tak tampak batang hidungnya, setelah saya tanya pada teman yg duduk disana mengatakan bahwa ia lagi sakit perut dan istirahat pulang. ketika saya telpon dia tak mengangkat, namun beberapa saat kemudian beliau menelpon saya dan mengatakan sudah berada dikedainya disaat saya sedang bercengkrama dengan para pedagang batu cincin DIPASAR BATU PERMATA dan para sahabat yg lagi kongkow-2 diantaranya PIN (ketua pasar atas bidang keamanan malam).

selain pedagang batu mulia yg menggelar lapak juga ada beberapa "pakang" (pedagang independent) batu permata yg tak kalah sigapnya mengumpulkan rupiah disaat harga batu permata lokal lumuik sungai dareh yg harganya sedang melambung tinggi,, bahkan dalam beberapa transaksi batu mulia lumuik sungai dareh ini acap mengalahkan batu impor sekelas zambrud dan saphire. saya pernah mendengar transaksi sebuah batu ini melebihi angka ratusan juta bersebab istimewa kadar kristal dan pancaran warna hijaunya yg cemerlang. lumuik sungai dareh ditambang disungai dareh koto baru damasraya dan konon batu ini juga dikoleksi President SBY dan Aburizal Bakrie.

para sahabat telah banyak menunggu dipalanta dakemong yg sederhana bertap terpal diarea parkiran pasar putih bukittinggi. ketika sampai disana sudah ada bang Am (ketua yg memegang beberapa area dilokasi pasar tersebut) , Bang Nof (bagian dari pimpinan pengelola petak IKABE), Budi, Da IM serta Dakemong sendiri. saya memesan Kopi O biasa diantara sahabat yg menyandingkannya dengan buah pinang muda, saya tak tau entah bagaimana rasanya kopi cina bila dimakan dg pinang muda bersebab tak pernah mencoba meskipun penasaran juga.

bukittinggi adalah kota yg mapan dari segi ekonomi, kota ini termasuk dalam sepuluh kota terkuat sektor ekonominya di indonesia bersaing dengan pekanbaru yg memang nyata kaya akan sumber daya alamnya. sedangkan bukittinggi yg pernah jadi ibukota indonesia disaat soekarno - hatta ditawan kala agresi belanda ini kuat dari sektor perdagangan dan sumber daya manusianya yg unggul, sektor agraris digarap dengan optimal oleh masyarakatnya ., kita bisa lihat bahwa sayur menyayur asal bukittinggi sampai juga kesingapura dan malaysia, lobak bukittinggi terkenal kemat, wortel segar berlinang-linang dan acap saya makan mentah saat saya berdomisili dikota ini medio 90an dulu.

sulaman dan bordiran asal pariaman yg diperjualbelikan dipusat pasar grosir Aur Kuning bukittinggi yg terkenal dengan sebutan tanah abangnya sumatera bahkan diekspor sampai kemalaysia dan singapura, mereka punya sindikasi perdagangan yg sangat bagus.. perihal ini sebaiknya SKPD dan DPRD kota Pariaman study banding kesini daripada jauh-jauh disamping menghemat APBD juga menghemat waktu bersebab hanya berjarak lebih kurang 70km. dan serapan ilmunyapun lebih menepat karena kesamaan budaya dan bahasa sehingga lebih optimal bila diaplikasikan dikota ini.. kota pariaman musti banyak belajar kebukittinggi tentang ilmu perdagangan dan sindikasi ekonomi apalagi sektor pariwisatanya..

catatan oyong liza piliang
×
Berita Terbaru Update