Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gubernur Akpol Jika Terbukti Koruptor

1 Agustus 2012 | 1.8.12 WIB Last Updated 2012-08-01T11:48:43Z

                                                           image indonesiaraya.com


Irjen.Pol.Djoko Susilo (DS) yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus pengadaan alat simulator pada saat yang bersangkutan menjabat sebagai Kakorlantas. Sungguh ironis sekali bilamana Irjen.Pol.Djoko Susilo ini nantinya benar terbukti sebagai koruptor. Barangkali masyarakat pemerhati Kepolisian sudah was-was,bahwa kalau Gubernur Akpol yang mencetak perwira-2 Kepolisian saja korupsi,bagaimana kira-2 jadinya jebolan Akpol sesungguhnya.


Dari sejak awal kasus itu ditiupkan oleh sebuah majalah (TEMPO),lama sekali kasus itu tidak terdengar dan mungkin dikira oleh banyak orang akan menjadi kasus yang “dilupakan” oleh KPK maupun aparat penegak hukum lainnya. Apalagi kemudian DS tiba-tiba diangkat sebagai Gubernur Akademi Kolisian di Semarang. Orang menduganya itu sebuah lompatan untuk menjernihkan namanya yang disangkut-pautkan dalam pengadaan alat simulator yang penuh kejanggalan. Masyarakat juga sudah pesimis kasus itu akan dibongkar habis.


Entah mimpi apa dan ada motivasi apa hingga KPK koq tiba-2 saja menggerebek Kantor Lantas di MT Haryono Jakarta. Sekali lagi,publik menduga KPK disuplai data oleh “penguasa” untuk meramaikan dunia dalam berita di Indonesia,agar kasus-2 besar yang sedang diusut oleh KPK tak kunjung disidik. Istilah “pesanan” untuk diramaikan khusus menjadi ketara sekali,sebab kasus-2 korupsi yang menyeret petinggi Partai Politik Penguasa bolak-balik mentah dan tersapu angin sepoi-sepoi …..KPK seperti lembaga yang kerjanya “by order” saja…


Calon Polisi-polisi muda yang sekarang sedang belajar di AkPol Semarang tentunya saat ini sedang shock berat,sebab Gubernurnya ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK. Ini tentu mimpi buruk bagi mereka yang sedang belajar disana. Bisa jadi yang sungguh-2 belajar dan akan memperbaiki nasib bangsa ini dari keterpurukan korupsi sudah was-was di cap sebagai bakal "koruptor baru". Walau bisa jadi motivasi para pemuda yang sekarang sedang belajar di Akpol tidak berbuat korup kelak,namun bayang-2 kebejatan moral sang pemimpin atau seniornya yang tidak memberi contoh baik akan melekat pada mereka. Apakah nantinya mereka tidak bersemboyan “daripada dicurigai,lebih baik korupsi saja…"


Sungguh suatu dilema besar bagi Kepolisian sekarang untuk mengangkat imej korpsnya. Selain sudah dipersepsi sebagai lembaga yang korup,sekarang pendidikannya pun bisa jadi akan mencetak polisi korup di masa akan datang. Yang salah dalam hal ini bilamana sampai DS dinyatakan bersalah adalah dewan kepangkatan yang ada di POLRI.yg mana terkesan tidak memihak kepada Hukum itu sendiri..


Sebab mereka tidak peka terhadap apa yang terjadi pada para perwira tinggi & menengah yang ada di Polri saat ini ada juga berprestasi, sebagaimana yg ditulis oleh Oyong Liza Piliang tentang Kapolres Pariaman Akbp Bondan Witjaksono Sh Sik yang Headline dikompasiana semalam yang dibaca ribuan orang dan membuat publik sedikit terobati.. dengan tata bahasa memukau, dan tersusun rapi dengan pandangan netral melihat sebuah polemik dengan jernih. yang dijuduli "cicak vs buaya jilid 2" tersebut..


Kasus yang sudah lama muncul seolah dibiarkan dan malah personilnya mendapatkan promosi luar biasa. Inilah kesalahan besar bagi Polri. Ataukah memang sudah begitu "baunya" hingga yang ada di dalam Polri pun sebenarnya sudah "pada bau" sehingga tidak bisa mencium kebusukan diluar.. sekali lagi kasihan kita pada mereka (Polisi) yg benar-benar berjuang untuk bangsa ini..


Polri sedang menghadapi dilema kali ini……


catatan mania telo freedom writers Kompasianer

×
Berita Terbaru Update