Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

penganiayaan terhadap masyarakat dan pers oleh 11 oknum marinir dipadang .. apakah ini cikal bakal orba jilid 2?

31 Mei 2012 | 31.5.12 WIB Last Updated 2012-05-31T12:59:43Z

peristiwa yang terjadi pada selasa sore pada hari selasa 29mei 2012 ini sungguh amat menyentakkan publik diseluruh indonesia, bagaimana tidak bukankah TNI sudah dikembalikan pada tugas pokoknya dalam menjaga kesatuan NKRI baik dari ancaman luar maupun dari dalam.dewan pers melayangkan protes keras kepada mabes TNI AL  terkait penganiayaan terhadap wartawan dipadang kemaren, begitu juga dengan ketua DPR RI dan ketua DPRD SUMBAR. kedua lembaga legislatif tingkat pusat dan provinsi sumbar ini juga telah mengundang komandan2 marinir tertinggi dipusat dan daerah sumbar. hal ini tentu kita kaji kenapa hal yang sangat kita sesalkan ini sampai terjadi. Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono juga meminta maaf atas kejadian tersebut.

sebagaimana  diberitakan padangekspres
 "se­belumnya, dalam penertiban ka­fe liar dan warung tempat me­sum, 10 wartawan, dan sejum­lah warga, termasuk salah se­orang anggota DPRD Padang men­jadi korban kekerasan ok­num Ma­rinir. Selain itu, tiga se­peda motor milik warga di­buang ke laut. Ka­mera dan peralatan ker­ja war­tawan dirusak dan di­rampas.
Belasan oknum Marinir meng­hadang rombongan warga dan wartawan serta tim ga­bungan (Satpol PP, TNI, polisi), usai melakukan penertiban atau pem­bongkaran kafe liar dan wa­rung tempat mesum di kawa­san Bukit Lampu. Dalam penertiban ini, ratusan pondok tempat me­sum dirobohkan lalu dibakar. Ok­num Marinir yang mela­ku­kan kekerasan tersebut di­du­ga kuat membeking kafe liar, dan warung-warung ters­ebut. Tapi Panglima TNI mem­bantahnya"
kutipan dari padang ekspres "Di Jakarta, meski meminta maaf, Panglima TNI menyata­kan bahwa kekerasaan yang di­la­kukan oknum Marinir bukan ke­­sengajaan dan bukan pula pe­nga­niayaan. Menurutnya, ke­ja­dian itu karena ada pemilik wa­rung yang punya saudara salah satu anggota Marinir. Namun, Agus menegaskan, hal tersebut (kekerasan) tidak seharusnya dilakukan anggota Marinir."apapula ini namanya? kalau minta maaf jangan pakai kalimat bersayap. akui saja dan proses sesuai dengan ketentuan UU MAHMIL yang berlaku..meskipun panglima TNI membantahnya hal ini sangat berbeda dengan fakta yang ada dilapangan , dimana hal ini benar2 terjadi dan merupakan fakta aktual. kenapa minta maaf kalau masih membantah fakta yang ada? LBH padang dan kepolisian mempunyai bukti kuat tentang peristiwa yang sangat memalukan ini.

cara2 lama seperti ini sangat bertentangan dengan TAP MPR dan tugas tugas pokok TNI. oknum2 ini digaji bukan untuk "membinasakan " orang orang yang seharusnya mereka lindungi dan bukan pula untuk bentrok dengan aparat negara lainnya. cara2 seperti ini sangat kita sesalkan sekali, sangat mencedrai amanat reformasi yang telah tertuang dalam TAP MPR RI, majelis tertinggi direpublik ini.

dan kutipan lainnya dari padang ekspres "pe­nertiban kafe liar dan pondok-pon­dok tempak mesum sebe­tulnya juga didukung Lanta­mal. Pa­da 30 Desember lalu, dia me­ngirim surat kepada Wali Kota Padang Fauzi Bahar untuk ope­rasi penegakan ketertiban mas­yarakat (Gaktibmas) terpa­du di kawasan yang sering dijadikan tempat aktivitas maksiat.

kutipan lain dari padang ekspres..
“Gatot Subroto yang merupakan Komandan Lan­ta­mal II Padang itu menegaskan Jadi itulah bukti kami tidak akan memberikan toleransi ke­pa­da oknum yang mem­be­kingi para pemilik wa­rung esek-esek, kare­na sudah komitmen kami men­jaga dan melestarikan wisa­ta ma­ritim di sepanjang Pantai Pa­dang, Bukit Lampu dan Pan­tai Bu­ngus,” tuturnya seraya mem­per­lihatkan suratnya yang di­tujukan kepada Wali Kota Pa­dang." nah.. ini sangat kontraproduktif sekali dengan ulah oknum2 yang tidak bertanggung jawab ini.. komandan lantamal II ini secara ksatria mengakui kesalahan anak buahnya , dan tentu hal ini juga patut kita tunggu tindak lanjut kasus ini sampai tuntas..pernyataan komandan lantamal II ketika diundang pimpinan DPRD SUMBAR ini sedikit mengobati kekecewaan atas pernyataan panglima TNI seperti kutipan diatas.

disini kita lihat bahwa marinir juga bahu membahu dengan pemko padang dan aparat kepolisian dalam menjaga dan melestarikan wisata maritim yang ada dikota padang, dan itu ada surat pernyataan tertulisnya. yang jadi pertanyaan kita apakah oknum2 tersebut tidak menyadari/atau tidak tau? sangat tidak mungkin.. ini suatu pembangkangan ! melawan perintah atasan secara frontal.. dan sebagai anak seorang mantan prajurit TNI saya sangat mengutuk aksi main hakim yang dilakukan oknum2 marinir ini! proses dan pecat saja !

catatan oyong liza piliang
×
Berita Terbaru Update