Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

motivasi pemimpin yang mengaku mewakili aspirasi rakyat perlu dipertanyakan!

14 Mei 2012 | 14.5.12 WIB Last Updated 2012-05-14T15:07:52Z

ratusan kasus yang melibatkan kepala daerah dan pejabat publik yang terlibat kejahatan luarbiasa korupsi,tidak membuat jera pelaku2 lainnya. hal ini patut kita pertanyakan motivasi mereka baik sebagai anggota dewan maupun kepala daerah tingkat kota/kabupaten dan provinsi. belum genap setahun mantan walikota bukittinggi yang divonis hakim terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sewaktu menjabat walikota. masih banyak kasus2 korupsi lainnya yang menyusul dan juga melibatkan kepala daerah dan anggota dewan diwilayah sumbar. sebagai contoh bupati damasraya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, namun akibat kelalaian kejaksaan sibupati ini kabur melarikan diri . dan sekarang ditetapkan sebagai DPO .

apa yang membuat mereka tidak jera? tentu itu banyak jadi bahan kajian para akademis diforum2 seminar dengan menggunakan bahasa dan istilah langit yang susah dicerna masyarakat awam. ada yang berpendapat mengeluarkan remisi biar praktek ini bisa diminimalisir dll. semua omong kosong! koruptor itu terlalu keren bahasanya, sebaiknya kita sebut saja para "maling" itu maling. karena kesempatan terbuka lebar didepan mereka.ibarat "kuciang gadang kapalo disungkok,an tuduang" apa yang memungkinkan diembatnya.belum lagi praktek suap untuk pemenangan proyek yang sudah jadi rahasia umum. jika dalam setahun misalnya dana untuk proyok daerah digelontorkan misal saja 100milyar. 10% dari dana ini lenyap ditelan siluman, belum lagi pajak untuk negara yang bersifat wajib dan mengikat. anda bisa bayangkan 10% dari 100milyar sama dengan 10milyar lenyap entah kemana. dan jika uang yang lenyap itu dibangunkan kerumah susun sederhana ,berapa banyak rakyat miskin bisa terbantu? tapi mereka tak pernah memikirkan hal itu.. isi kepala sipemaling uang negara ini hanya untuk keluarga dan para kerabat2nya. dan tentu pula buat modal politiknya diperiode yang akan datang. sangat jarang seorang incumbent mencari donatur untuk membiayai kampanyenya,, apa sebab? dia sudah berhasil mengumpulkan uang baik untuk "beli" partai sampai biaya kampanye yang tentu tidak murah.

kita sebagai masyarakat tentu geram dibuatnya,dari satu pemimpin kepemimpin yang lainnya tak ada bedanya, ibarat "batuka cigak jo baruak". gampang sekali bagi mereka menilep uang negara yang nyata2 diharamkan agama. kita bisa lihat betapa rajinnya mereka beribadah solat 5 waktu, najk haji dan umrah. namun kenapa mereka tidak takut akan azab ALLAH yang nyata2 melarang umatnya mencuri. dan parahnya bila pejabat maling uang negara/rakyat , berapa manusia yang jadi korban? kemana ia akan minta maaf menjelang ajalnya menjemput? mereka dikalahkan oleh diri mereka sendiri. penguasaan dirinya kacau. RASULLULLAH SAW PERNAH BERSABDA PERPERANGAN YANG SEBENARNYA ADALAH BERPERANG MELAWAN HAWA NAFSU. yang kalau dijabar luaskan jangan tergoda dengan pola hidup matrealistis yang menyesatkan. istri mereka berlomba2 membeli barang2 mewah yang bermerek dan tentunya sangat mahal, pamer mobil2 mewah dipelataran parkir gedung dpr ri/dprd. bahkan pns yang nyata masih eselon 4 sudah memiliki harta yang bukan ukuran sesuai gaji yang diterimanya,. kita disini perlu mempertanyakan motavifasi para pemimpin2 yang akan datang apakah mau jadi maling? atau betul2 mengabdi.... JAGAN REMEHKAN KARMA!!

catatan oyong liza piliang
×
Berita Terbaru Update