Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BAHARI KADIS PENDIDIKAN KAB PD PARIAMAN PEMBOHONG DAN NASIB PARA GURU..

15 Mei 2012 | 15.5.12 WIB Last Updated 2012-06-30T06:49:51Z
                      
ketika jurnalis dari koran mingguan realitas dan mingguan nasional SIDAK hendak meminta konfirmasi berita kepada BAHARI pada hari senin 14/5/2012 mengenai dana sertifikasi guru yang menurut informasinya belum dibagikan. dan pimred realitas anton surya roza SE langsung menemui bahari untuk dimintai konfirmasinya mengenai pemberitaan tersebut. anton dan rekan2 tentu paham betul dengan kode etik jurnalis sebelum berita tersebut ditayangkan musti dikonfirmasi dulu kepada dinas terkait yang dikomandani BAHARI sebagai KADIS PENDIDIKAN. namun KETIKA dia ditemui anton dkk diteras kantornya dia berkata dia sedang dipanggil sekda dan bergegas pergi meninggalkan para jurnalis tersebut.


lalu anton dan jurnalis lainnya langsung pula menuju kantor bupati untuk menemui sekda. ajudan sekda mengatakan bahwa sekda sedang berada diluar kota. dan itu diperkuat pula oleh keterangan beberapa pns yang berdinas disana. anton dkk sebagai jurnalis tentu sangat kecewa dengan kadis pendidikan ini. apa alasannya berbohong? dan kenapa dia tidak mau dimintai konfirmasi? demikian kata anton kepada saya melaui telepon pagi ini. jurnalis sebagaimana diketahui berjalan dengan uu pers 1999. dan kode etik jurnalis yang mana setiap informasi dari nara sumber mesti dicek kebenarannya,yaitu tentu dengan konfirmasi berita.. selain itu bahari juga melanggar PP RI NO 53 TH 2010. PASAL 11 AYAT 4. melakukan suatu tindakan atau tidak melakukan
suatu tindakan yang dapat menghalangi atau
mempersulit salah satu pihak yang dilayani
sehingga mengakibatkan kerugian bagi yang dilayani
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 angka 10,
sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan



BAHARI sebagai kadis pendidikan seharusnya memberikan konfirmasi tentang hal itu. biar masyarakat tidak menduga2 yang tidak2 kenapa dana tersebut belum dibagikan, dan apa alasan rasionalnya? bukan membuat alasan yang setelah ditelusuri anton dkk ternyata FAKTANYA BOHONG! seorang pejabat bila sudah berbohong apalagi yang mesti kita harapkan dari mereka. anton dkk sesama jurnalis sempat menunggu lebih setengah jam dikantor bupati , menunggu BAHARI keluar setelah menemui SEKDA. akibat menunggu terlelu lama dan  penasaran  ia menanyakan langsung kepada ajudan sekda. apakah BAHARI ada didalam BERSAMA SEKDA ?dan dijawab OLEH  ajudan sekda bahwa sekda sedang keluar kota. lalu siapa yang ditemui BAHARI ini? apakah sekda ada 2?? sifat2 seperti pejabat ini sungguh mencerminkan etika moral yang tidak sehat. kepada jurnalis saja yang tugasnya diatur undang2 dia bohongi,,  demikian kata anton roza SE kepada saya menceritakan kronologisnya..


dan untuk menguatkan pemberitaan ini saya juga menelpon langsung salah seorang pegawai pemkap barusan, demi menjaga narasumber tersebut namanya tidak saya sebutkan : katanya "sekda sekarang berada diluar provinsi dalam rangka kegiatan dinas. dan lanjutnya lagi SIBAHARI ini tidak kemana2 alias masih dipariaman. mantan KADIS PENDIDIKAN KOTA PARIAMAN ini JUGA PERNAH diperiksa terkait tender pengadaan pakaian DAN SEMPAT DIPERIKSA aparat yang berwenang ", demikian kata narasumber lingkungan pemkap tadi DENGAN LANTANG.dan bisa saya pertanggungjawabkan, karena saya sendiri yang menelponnya.


sedangkan keterangan dari anton roza SE melalui percakapaan telepon tadi.  senin 14/5/2012 kemaren sebelum kesana dia dan rekan2 jurnalis dari kota bukittinggi dan pariaman singgah pula ketempat saya.


nasib guru-guru di kab.pd pariaman.. gaji 13 dan dana sertifikasi hingga kini belum dibayarkan.

Kamis, 28 Juni 2012

 barusan sepulang dari bukittinggi dan sehabis mandi saya duduk disuatu tempat dikota pariaman ini. ketika melihat saya, salah seorang pns kab pd pariaman menghampiri saya, dan disana juga duduk 2orang pns lainnya , yg satu guru sd dan satu lagi pns dinas PU PEMKAB PD PARIAMAN. dia menyatakan kepada saya bahwa gaji 13 guru2 dan dana sertifikasi yg bersumber dari APBN ini katanya hingga kini belum dibayarkan dilingkungan dinas pendidikan kab pd pariaman.. ini tentu gawe KADISDIK KAB PD PARIAMAN yg dikomandani oleh drs.BAHARI.mm . dan kebetulan juga ditempat duduk saya barusan ada juga menyela seorang guru yg mengajar diwilayah KOTA PARIAMAN, dan ia menyatakan untuk kota pariaman gaji 13 guru dan dana sertifikasinya sudah dibayarkan PEMKO PARIAMAN. dan hasil pembicaraan yg saya rekam ini.. juga ada menyela diantara kami salah seorang pns dilingkungan PU KAB PD PARIAMAN tadi bahwa dia menyatakan bahwa Seluruh pegawai PU telah menerima gaji 13 tersebut. dan  seorang lagi menyela pula bahwa secara struktural disetiap dinas pemkab pd pariaman semua sudah menerima gaji 13 baik itu pegawai dinas pendidikan sendiri..nah lho? gaji 13 pns lingkungan dinas pendidikan sudah dibayar, lalu kenapa gaji 13 guru yg jumlahnya beratus-ratus orang ini belum dibayarkan? demikian tanya saya terheran-heran dan geleng-geleng kepala memikirkan, ada apakah gerangan penyebab gaji 13 dan dana sertifikasi guru ini belum juga dibayarkan, sedangkan dilingkungan dinas pendidikan pemko pariaman para guru2nya sudah menerima perihal dana yg saya tulis diatas.. dimana letak muaranya perihal ini sehingga lama nian cairnya? gumam saya dalam hati sambil terus pula menyimak keterangan2 pns2 golongan "rendah" ini..


salah seorang guru pengajar dilingkungan kab pd pariaman ini juga menambahkan.. ketika anak kadisdik bahari "baralek" setiap sekolah diwajibkan memberikan panggilan dalam nominal tertentu.. sehingga guru ini mengeluh kepada saya bahwa ia juga dibebankan sejumlah uang yg bersifat tidak atas keikhlasan mereka untuk "amplop panggilan" helat anak bahari ini.. sungguh terlalu.. dan maaf.. *salah satu skandal bahari yg seharusnya dan tak selayaknya ditulis ini, juga diperbincangkan oleh pns-pns yg lagi seolah meminta bantuan saya untuk mempublishnya*.. namun perihal skandal ini saya belum mau berspekulasi sepihak, meskipun banyak yg melaporkan tentang hal ini kepada saya..ini tidak membuat saya terkejut,karena saking banyaknya laporan2 dan keterangan2 narasumber lain perihal skandal tersebut.. (semua saya rekam dengan baik dengan kualitas suara yg prima)


dalam hal ini saya sungguh menyayangkan hak para guru2 ini yg berupa gaji 13 dan dana sertifikasi yg kata mereka bersumber dari APBN ini belum sampai ketangan mereka.. mereka mengeluhkan uang ini penting sangat buat mereka , dimana gaji bulanan yg mereka terima sebagai guru yg kita tau sama tau sangat pas2an ini untuk biaya hidup mereka dari bulan ke bulan..dan keluhan salah seorang guru ini bahwa dana tersebut sangat penting buat membiayai anak2 mereka yg mana akan memulai tahun ajaran baru dan tentu perlu belanja ini-itu untuk  perlengkapan sekolah anak mereka nanti.. guru yg merupakan unjung tombak dan garda terdepan dalam mendidik anak-anak kita mestinya jadi prioritas utama dinas pendidikan tersebut.. banyak kita lihat dan baca diberita2 skala nasional tentang nasib guru2 yg rela mengabdi kedalam rimba demi panggilan hati nuraninya untuk mencerdaskan masyarakat pedalaman yg terbelakang secara pendidikan, dan ada pula guru2 di pedalaman papua sana rela tinggal dipelosok2 yg sangat terisolasi dari infrastruktur pembangunan dan dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana.. mereka jalani dengan tekun profesi yg sangat mulia ini.. mereka tak pernah mengeluh.. dan akhirnya kisah mereka ini tanpa sengaja ditemukan juga oleh jurnalis2 kita.. dan memblowupnya.. dan mereka dg kerendahan hati menjawab bahwa "saya mencintai anak-anak dusun ini.. dan saya akan tetap disini mengabdi untuk selama-lamanya sebagai tenaga pengajar... karena inilah pengabdian yg sesungguhnya.." demikian kutipan guru yg mengajar dipedalaman papua ini.. dan masih banyak lagi kisah2 guru yg mengabdikan diri didusun2 terpencil lainnya diseluruh nusantara ini.. tugas mulia yg mereka emban hendaknya menjadi perhatian serius pemerintah.. baik pusat dan daerah dimana mereka mengajar.. guru yg menurut saya adalah suri tauladan (karena saya pernah menjadi murid)dan adalah profesi yg paling saya hormati , kesejahteraan mereka hendaknya jadi perhatian serius.. gaji 13 dan dana sertifikasi.. segeralah cairkan.. kita menjadi seperti sekarang ini.. baik itu presiden, mentri,gubernur maupun bupati.. tak terlepas dari jasa guru-guru yg pernah mendidik kita..


catatan oyong liza piliang






catatan oyong liza piliang (juga seorang jurnalis yang memiliki identitas KTA dan sertifikasi tugas yang masih berlaku , dan terdaftar dalam box media cetak  )




buat pembaca yang punya data2 dugaan penyelewengan dilingkungan pemko dan pemkab jangan ragu2 mengirimkan email ke pariaman.news@yahoo.co.id , bila faktanya lengkap kami akan melaporkan pejabat tersebut ke atasannya/kementrian terkait keaparat hukum. dan jika nilainya lebih dari 1milyar akan kami laporkan langsung ke KPK ,identitas anda akan kami rahasiakan dan dilindungi.
×
Berita Terbaru Update