Tertarik Sagasaja, Wabup Temanggung temui Genius pelajari kiat suksesnya

Foto: Junaidi

Pariaman - Pemkab Temanggung, Jawa Tengah, tertarik dengan program satu keluarga satu sarjana atau Sagasaja Kota Pariaman yang telah sukses mengirim anak dari keluarga kurang mampu kuliah di sejumlah pendidikan tinggi ternama di Indonesia.

"Kami ingin mengetahui lebih banyak tentang program Sagasaja ini," kata Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo yang sengaja datang ke Kota Pariaman, Sabtu (18/6).

Meski telah banyak mendengar tentang keberhasilan Sagasaja yang telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat itu, Heri Ibnu Wibowo ingin mengetahui kiat suksesnya langsung dari Walikota Pariaman, Genius Umar.

"Kita sangat tertarik dengan program Sagasaja dan ingin mendengar langsung bagaimana kiat-kiatnya agar sukses dalam pelaksanaannya," terangnya.

Dari diskusi dengan Genius Umar, Heri mengaku mendapat pandangan dan masukan terkait pelaksanaan program itu dan menurutnya juga bisa dibawa ke Kabupaten Temanggung.

Di samping itu, Heri juga memuji keindahan Kota Pariaman. Mulai dari keindahan pantai dan tata kelolanya sehingga menarik minat wisatawan berkunjung.

"Bagaimana menyulap kawasan pantai dan pulau menjadi daya tarik wisatawan sehingga mampu memberdayakan masyarakat dan pelaku wisata," ujarnya.

Walikota Pariaman, Genius Umar membagikan resep program Sagasaja kepada Heri agar bisa diaplikasikan di Temanggung. Kunjugan itu juga disebutnya sekaligus silaturahmi sebagai alumnus STPDN.

Untuk Sagasaja, terang Genius, diperlukan dukungan semua pihak. Baik DPRD, masyarakat dan lintas sektor. Program itu sudah ia jalankan sejak baru menjabat walikota pada 2018 silam.

"Hingga kini kita telah menguliahkan 182 anak dari keluarga kurang mampu di sejumlah perguruan tinggi vokasi. Bahkan 19 orang generasi pertama sudah diwisuda di 2022 ini," ungkap Genius.

Selain Sagasaja, konsen dalam dunia pendidikan dibuktikan dengan program Wajar 12 Tahun atau sekolah gratis dari mulai SD, SMP sampai SMA sederajat tanpa pungutan biaya sepeserpun dari sekolah. (Junaidi/OLP)