Genius optimis Pariaman raih KLA ketujuh dan naik ke Strata Nindya

Foto: Junaidi

Pariaman - Kota Pariaman mengikuti verifikasi lapangan hybrid (VLH) evaluasi Kota Layak Anak tingkat nasional. Kota Pariaman sendiri telah meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) sebanyak 6 kali.

"Kota Pariaman telah meraih KLA Strata Madya sebanyak 6 kali sejak tahun 2016. Hal ini membuktikan Pemko Pariaman sangat serius dalam mendukung KLA," kata Walikota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Selasa (14/6).

Genius mengatakan, KLA merupakan kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Untuk memenuhi kebijakan, program dan kegiatan dalam menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak tersebut, kata Genius, pihaknya bersama dengan seluruh stakeholder yang ada, mulai dari DPRD, instansi vertikal, OPD, kecamatan, desa/kelurahan, BUMN/BUMD, swasta, perbankan, LKAAM dan Forum Anak Kota Pariaman, membuat komitmen bersama dalam pemenuhan hak-hak anak yang ada di Kota Pariaman.

"Saya juga menugaskan setiap OPD harus berkontribusi dalam mendukung KLA, dan itu sudah kita lakukan dalam beberapa tahun terakhir ini," ucapnya.

Selain itu, sambung Genius, pihaknya juga membangun sarana dan prasarana guna mendukung pemenuhan hak anak. Bangunan yang dibangun Pemko harus ramah anak serta menyediakan ruang terbuka hijau yang aman untuk anak.

Kota Pariaman juga telah memiliki Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang tersertifikasi Kementerian PPPA tahun 2019 lalu, yaitu RBRA yang berada di Pantai Cermin. Dalam setiap musrenbang yang digelar secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan sampai tingkat kota, Pemko selalu mengikutsertakan Forum Anak.

Sedangkan bidang pendidikan untuk anak, Kota Pariaman sudah lama menjalankan perogram wajib belajar 12 tahun, dari SD hingga SMA sederajat. Selain sekolah gratis, Pemko juga menyediakan 9 unit bus sekolah untuk mengantar jemput anak sekolah.

Tidak sampai di situ, setelah lulus SMA, pelajar Kota Pariaman juga bisa mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi melalui program satu keluarga satu sarjana alias Sagasaja.

“Anak dari keluarga kurang mampu kita kuliahkan ke jenjang perguruan tinggi vokasi agar setelah mereka tamat nanti segera mendapatkan pekerjaan dengan keahlian yang mereka miliki,” tuturnya.

Sementara, penguatan hak anak juga diimplementasikan lewat payung hukum dengan dibuatkannya 7 Peraturan Daerah (Perda), 1 Ranperda, 5 Perwako menyangkut pemenuhan hak anak Kota Pariaman.

Genius berharap melalui program KLA yang digagas Kementerian PPPA tahun 2022 ini, Kota Pariaman kembali mendapat penghargaan KLA untuk yang ke 7 kalinya.

"Dan ditingkatkan stratanya, dari Strata Madya, menjadi Strata Nindya,” ungkap Genius di hadapan Tim Kementerian PPPA RI secara virtual itu.

VLH diadakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang dipimpin oleh Sekretaris Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak (PKA), Maydian Werdiastuti dan Deputi PKA, Faizah secara virtual. (Juned/OLP)