15 Kades dari Pariaman ikuti Bimtek 4 hari di Bogor

Foto: Junaidi

Pariaman - Sebanyak 15 orang kepala desa dari 18 kepala desa hasil Pilkades Serentak 12 Februari 2022 mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Wisma Tenang Kemendagri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/6).

Pemberian Bimtek ini, kata Walikota Pariaman, Genius Umar karena kepala desa yang baru dilantik itu memiliki latar belakang pendidikan dan sosial yang berbeda.

"Bimtek ini penting bagi kepala desa baru. Dengan Bimtek, kepala desa mengetahui hal-hal penting terkait pembuatan kebijakan dan program," kata Genius Umar.

Di samping itu, kepala desa sebagai pengelola anggaran desa juga perlu memahami pengelolaan keuangan daerah agar pembangunan tepat sasaran dan akuntabel dalam membelanjakan dana desa.

Karena sifat pembangunan yang saling terkait antara pemerintahan kota dengan pemerintahan desa, pihak desa juga diharuskan membuat rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes) yang mengacu pada RPJMD Kota Pariaman.

"Agar arahnya pembangunan bisa sejalan atau inline," tutur Genius.

Kepala desa yang diberi amanat oleh publik memimpin desa, kata Genius, mempunyai tanggung jawab selayaknya seorang kepala daerah. Ia mesti berusaha dan bekerja keras memberikan pelayanan sebaik mungkin dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

"Kalau untuk kepentingan rakyat wajib diperjuangkan sebagai bentuk tanggung jawab dan aspirasi masyarakat. Dengan mengurus warga desa kita, maka marwah kita juga akan terangkat," kata dia.

Selain itu, sambung Genius, kepala desa juga memperluas ruang aspirasi masyarakat sesuai kebutuhannya. Karena itu Genius mengajak kepala desa ikut mendukung kebijakan daerah.

"Agar kita selalu bersama-sama untuk majukan desa," kata dia.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Hendri mengatakan, Bimtek bagi 15 kepala desa  menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalan Negeri.

"Bimtek digelar selama 4 hari, dari tanggal 9 sampai 12 Juni 2022," ungkap Hendri.

Dalam Bimtek tersebut, terang Hendri, para kepala desa akan mendapatkan pelatihan menyusun RPJMDes serta mengelola keuangan yang transparan dan akuntabel. (Juned/OLP)