Mardison hadiri peluncuran care values ASN Ber-AKHLAK Bangga Melayani Bangsa

Foto: Erwin

Pariaman - Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin berharap seluruh ASN memahami nilai dasar 'berakhlak' akronim dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri launching core values ASN Berakhlak dengan employer branding "Bangga Melayani Bangsa" oleh Pemprov Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran Sumatera Barat, Jumat (20/5).

"Setiap individu ASN harus menanamkan Berakhlak dan slogan bangga melayani bangsa, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari," kata Mardison.

Sementera itu, kata Mardison, Pemko Pariaman terus mendorong terciptanya birokrasi yang dinamis, yaitu tata kelola yang bersih, efektif, efisien dan cepat mengambil keputusan, sesuai visi dan misi presiden hingga 2024.

"Birokrasi pada dasarnya dimulai dari merubah pola pikir ASN yang harus lebih lincah dan inovatif ," tuturnya.

Sebelumnya, Core Values dan Employer Branding ASN diluncurkan Presiden Joko Widodo secara virtual melalui Zoom serta saluran Youtube KemenPAN RB dan 50 saluran Youtube kementerian/lembaga/pemerintah daerah, termasuk saluran Youtube Badan Standardisasi Nasional (BSN) pada Selasa 27 Juli 202 lalu.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Core Values ASN berperan sebagai panduan berpikir, bertutur dan berperilaku. Core values ASN diimplementasikan dalam kata Berakhlak. Kemudian, employer branding yang merupakan moto ASN dalam bekerja menggunakan semboyan bangga melayani bangsa.

Ia megaskan bahwa setiap ASN harus memegang teguh nilai-nilai dasar yang sama, memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

"ASN bukan pejabat yang minta dilayani yang bergaya seperti pejabat kolonial dulu. ASN harus memiliki jiwa melayani untuk membantu masyarakat," katanya.

ASN dilengkapi dengan kewenangan dan sumber daya oleh negara, otoritas harus digunakan secara akuntabel dengan loyalitas tinggi kepada pemerintah, bangsa dan negara.

Selain itu, peningkatan kapasitas, kompetensi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan menjadi mutlak bagi ASN. Kolaborasi lintas organisasi, lintas daerah, lintas ilmu, lintas profesi menjadi sangat penting.
“Dunia menjadi serba hybrid dan kolaboratif. Tidak boleh lagi ada ego sektoral, ego daerah, ego ilmu," pungkas dia. (Erwin/OLP)