Jadi narasumber PPSDM Kemendagri, Genius paparkan capaian Pariaman sekarang dari yang dulu tertinggal

Foto: Junaidi

Pariaman - Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan di era transformasi digital dan terciptanya sistem birokrasi dari pusat hingga daerah sudah tidak ada lagi pejabat yang bersifat bossy.

"Sudah tidak ada lagi pejabat bossy yang minta dilayani namun dituntut melayani masyarakat," kata Genius Umar saat menjadi narasumber daring Pelatihan Kepemimpinan bagi Pejabat Administrator (PKA) dari Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Riau yang digelar oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Regional Bukittinggi, Senin (23/5).

Begitu juga dengan setiap individu ASN. Menurut Genius, setiap ASN dituntut berkinerja baik, terukur dan memiliki out put yang jelas. Tidak hanya kinerja kepala dinas dan kepala bidang, tapi juga hingga kepala seksi, staf serta non ASN.

"Seluruhnya dituntut bekerja penuh inovasi, kreatif dan memiliki loyalitas tinggi terhadap tujuan pimpinan daerah," sambungnya.

Selain itu, imbuh Genius, kepemimpinan yang kuat juga diperlukan untuk membuat kebijakan yang berorientasi pelayanan publik dan pemerintahan yang baik. Dengan manajemen yang kuat roda pemerintahan akan berjalan dengan baik.

"Yang tujuan akhirnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat dan pelayanan yang baik kepada masyarakat," tuturnya.

Doktor Ilmu Kebijakan Publik IPB ini juga menjelaskan saat dia menerapkan manajemen kebijakan di Kota Pariaman. Mulai dari merubah birokrasi agar efektif dan efisien, respon cepat dan menunjukan leadership yang kuat terhadap tujuan dari RPJMD yang telah dibuat.

Dahulu, kata Genius, Kota Pariaman selalu tertinggal dari daerah lain yang ada di Sumatera Barat. Tetapi saat ini Kota Pariaman berubah menjadi yang terbaik.

"Baik di Provinsi Sumbar maupun di Indonesia. Hal ini berkat inovasi dan terobosan yang kita lakukan untuk menjadikan Kota Pariaman menjadi lebih baik," katanya.

Saat ini, kata Genius, berbagai program yang dia gagas saat memimpin Kota Pariaman telah menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Contoh nyatanya adalah program satu keluarga satu sarjana (Sagasaja) yang telah dimulai sejak tahun 2008.

"Program wajib sekolah 12 tahun gratis. Di bidang kesehatan Kota Pariaman meraih UHC (Universal Health Converance) diangka 99,4 persen. Dan prestasi di bidang lainnya," ungkap Genius.

Pada masa pandemi dua tahun terakhir sampai saat ini, kata Genius, meski dengan keterbatasan anggaran pihaknya tetap berinovasi. Di antaranya dengan program gotong royong pembukaan jalan baru non budgeter sebanyak 15 ruas jalan sepanjang lebih kurang 40 km.

"Kami mengajak ASN dan masyarakat setempat membuka ruas jalan baru tanpa anggaran. Masyarakat juga senang dan secara sukarela menghibahkan tanahnya dan kut bersama ASN bergotong royong membuka jalan tersebut," pungkasnya. (Juned/OLP)