[H1) Salat Id di lapangan Merdeka dialihkan: Pedagang di objek wisata optimis cuan

Foto: Junaidi

Pariaman - Akibat hujan, Salat Id batal dilaksanakan di Lapangan Merdeka Pariaman, Senin (2/5). Pelaksanaan Salat Id yang diikuti Walikota dan Wakil Walikota Pariaman beserta unsur Forkopimda dipindah ke Masjid Darul Ma'arif atau yang lebih dikenal Masjid Tapi Aie di Kelurahan Pondok Duo.

Sementara masyarakat dan perantau yang telah mempersiapkan diri untuk Salat Id di Lapangan Merdeka - yang rencananya diaktifkan kembali sejak tahun 2008 itu - lebih memilih masjid-masjid terdekat dari rumah mereka.

Menurut Walikota Pariaman, Genius Umar, pelaksanaan Salat Id di Lapangan Merdeka sudah dipersiapkan dengan matang sejak dua bulan yang lalu. Ia bahkan juga langsung ikut terjun gotong royong membersihkan area Lapangan Merdeka, bahkan hingga H-1.

"Karena diguyur hujan sejak tadi malam, juga ada angin kencang, menyebabkan Lapangan Merdeka basah dan becek sehingga tidak memungkinkan dipakai masyarakat untuk menunaikan Salat Id," ungkap Genius di Pariaman.

Genius sendiri mengakui anggaran untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka belum tersedia karena terbatasnya APBD Kota Pariaman untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Meski demikian, revitalisasi Lapangan Merdeka tetap dia lakukan dengan cara gotong royong dengan mengerahkan ASN dan mengajak serta masyarakat.

"Karena mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka merupakan aspirasi masyarakat," tambahnya.

Sementara dalam pantauan Pariamantoday di hari pertama Lebaran, sejumlah objek wisata mulai ramai dikunjungi wisatawan. Mayoritas mobil yang melintas di jalan raya Pariaman bernomor polisi luar Sumatra Barat.

Pantai Gandoriah, Talao Pauh tampak deretan mobil memenuhi area parkir. Pengunjung terlihat menikmati aktivitas di area tersebut.

"Biasanya hari raya pertama biasa-biasa saja ramainya, tapi kali ini jauh lebih ramai," ungkap Upik salah seorang pedagang di objek wisata Talao Pauh.

Dengan adanya Festival Pantai selama libur Lebaran 2022, menurutnya, kunjungan ke Talao Pauh akan meningkat tajam dari dua tahun sebelumnya akibat pandemi. Ia memprediksi tingkat kunjungan akan kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19.

"Ramainya mungkin bisa seperti hari raya 2019 sebelum corona. Semua pedagang di sini juga berharap demikian," sebutnya.

Dengan tidak adanya pembatasan dari Pemko Pariaman, pedagang di berbagai objek wisata terlihat lebih berharap pada musim Lebaran 2022 ini sebagaima dikatakan, Man, pedagang mainan di Pasar Pariaman.

Meski belum berani membelanjakan modal besar, ia telah melihat tanda-tanda peningkatan jual beli karena ia telah menggelar lapak sejak malam Takbiran.

"Ada hawnya (intuisi atau insting)," kata dia.

Namun ia berharap cuaca juga mendukung selama Lebaran. Jika tidak ada kendala cuaca, ia berencana akan membelanjakan modalnya lebih besar lagi sediakan aneka permainan anak-anak.

"Distributornya readi. Kita bisa pesan dan diantar meski hari raya," kata dia. (OLP)