Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sebagian warga Pariaman puasa ikuti Muhammadiyah, nasional dan menunggu maniliak bulan

2 April 2022 | 2.4.22 WIB Last Updated 2022-04-02T07:16:18Z

Tradisi maniliak bulan Jemaah Syatariyah Padangpariaman di Pantai Ulakan sebelum menentukan 1 Ramadhan dan Idul Fitri. Foto: Nanda

Pariaman - Mayoritas warga Pariaman dan Padangpariaman belum berpuasa hari ini, Sabtu 2 April 2022, setelah mengetahui hasil sidang Isbat yang menentukan 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 3 April.

"Sebagian juga sudah mulai berpuasa. Umumnya kalangan tradisional Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Ramadhan pada 2 April 2022," kata Eti, warga Pariaman Tengah, salah seorang pengurus Muhammadiyah.

Eti juga telah melaksanakan salat Tarawih pertama pada Jumat malam. Menurutnya, cukup banyak warga Pariaman yang melaksanakan salat Tarawih di Desa Kampung Baru Pariaman Tengah.

"Meski banyak juga masjid-masjid yang belum melaksanakannya," terangnya.

Tokoh masyarakat Padangpariaman, Haji Faisal Arifin, mengatakan perbedaan 1 Ramadhan antara Muhammadiyah dan pemerintah pusat biasanya jarang terjadi. Namun begitu, pilihan ikut nasional atau Muhammadiyah tergantung masing-masing individu.

"Tidak masalah sebenarnya. Pemerintah juga membolehkannya," kata Faisal di Pariaman, Sabtu (2/4).

Bahkan, sambung Faisal, Jemaah Syatariyah Padangpariaman baru akan menilik bulan pada 3 April besok. Sehingga ia tidak bisa memastikan seluruh warga Pariaman dan Padangpariaman sudah berpuasa mulai besok.

"Kabarnya Ulama Syatariyah akan menilik bulan besok (Minggu 3 April). Koreksi jika saya salah. Jika benar, kemungkinan mulai puasanya pada 4 April," tutur keponakan Anas Malik itu.

Perbedaan menentukan hilal, kata Faisal, tidak hanya terjadi di Sumatra Barat. Banyak juga daerah lain di Indonesia memiliki tradisi serupa. Bahkan Jemaah Naqsabandiyah dan Syatariyah juga punya pengikut di luar provinsi Sumatra Barat.

"Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Sumatra Barat lebih dulu melihat hilal dan telah mulai puasa 1 April," ucapnya.

Dalam pantauan Pariamantoday.com, masih banyak warga Pariaman dan Padangpariaman ngopi di warung. Saat ditanya kapan mulai puasa, mereka menjawab memilih ikut pemerintah pusat saja.

"Kalau kita puasa hari ini berarti kita berpuasa 31 hari. Ikut nasional saja, agar puasa penuh," kata Samsuardi, warga Jati Hilir Kota Pariaman. (OLP)

×
Berita Terbaru Update