PMI Pariaman kirim relawan dan bantuan ke Pasaman

PMI Pariaman berangkatkan 25 relawan TDB ke Pasaman Barat. Foto: Riki

Pariaman - Palang Merah Indonesia (PMI) Pariaman salurakan bantuan sekaligus mengirim tim relawannya ke daerah terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (3/3).

"Kita menurunkan 25 orang relawan PMI Pariaman yang tergabung dalam tim TDB (Tim darurat bencana). Di samping itu kita juga mengirimkan sejumlah paket bantuan," kata Ketua PMI Pariaman, Mulyadi di Pariaman, Jumat (4/3).

Selain membantu penanganan bencana, TBD PMI yang diturunkan ke lokasi, kata Mulyadi, juga sekaligus membagikan paket sembako langsung kepada masyarakat. Baik di tenda pengungsian maupun ke rumah masing-masing.

Paket bantuan yang disalurkan tidak hanya sembako. PMI Pariaman juga akan membagikan sebanyak 100 paket peralatan rumah tangga seperti perlengkapan mandi, alat dan sabun cuci, handuk, kebutuhan anak serta perempuan.

Mulyadi yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman ini akan bertolak langsung ke Pasaman Barat didampingi Sekretaris PMI, Riky Falantino, Wakil Ketua Bidang Bencana, Alfiandi Zaharmi dan Wakil Ketua Bidang Sumber Dana, Yovan Syarif.

Sebelumnya diberitakan, dua gempa beruntun dalam waktu selisih 4 menit menghantam Pasaman Barat, Jumat (25/2) pagi. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 5,2 terjadi pukul 08.35 WIB dengan lokasi 18 kilometer timur laut Pasaman Barat dan kedalaman 10 kilometer.

Kemudian gempa kedua terjadi pukul 08.39 WIB dengan lokasi 17 kilometer timur laut Pasaman Barat, kedalaman 10 kilometer berkekuatan magnitudo 6,2. Belakangan diupdate BMKG menjadi M 6,1.

Selain merusak ratusan rumah dan fasilitas umum lainnya, gempa tersebut juga merusak 24 bangunan sekolah di Pasaman Barat. Dari 24 bangunan sekolah itu, 15 di antaranya bangunan SD dari total 26 SD yang ada di Pasaman Barat. Kemudian tiga gedung SMP dari total lima SMP yang ada.

Selanjutnya, enam bangunan TK dan PAUD juga dilaporkan rusak akibat gempa, dari total 13 TK dan PAUD. Dari semua bangunan sekolah yang rusak, terbanyak sekolah yang ada di Kecamatan Talamau. Hingga hari ini jumlah korban meninggal dunia dikabarkan berjumlah 13 orang. (Riki/OLP/*)