14 mahasiswa Sagasaja ber IPK rendah tidak menerima uang semester dan uang saku

Penyerahan uang semester dan uang saku bagi mahasiswa ATIP yang tergabung dalam program Sagasaja. Foto: istimewa

Pariaman - Pemko Pariaman bayarkan beasiswa bagi 101 mahasiswa asal Kota Pariaman yang masuk dalam program satu keluarga satu sarjana (Sagasaja) di Akademi Teknologi Industri Padang (ATIP) angakatan 2020-2021 di Balaikota Pariaman, Senin (21/2).

"Berupa uang semester dan uang saku bagi setiap mahasiswa," kata Kepala Disdikpora Kota Pariaman, Kanderi.

Beasiswa tersebut, kata Kanderi dananya bersumber dari Pemko dan Baznas Kota Pariaman. Beasiswa diterima 48 orang mahasiswa angkatan 2020 dan 53 orang angkatan 2021.

Dari penyaluran beasiswa tersebut, sambung Kanderi, ada 14 orang mahasiswa yang gagal menerima karena memiliki IPK di bawah standar. Bagi mereka, seluruh biaya ditanggung keluarga hingga bisa memperbaiki IPK mereka pada semester akan datang.

"Minimal IPK 2,75 baru bisa menerima beasiswa. Hal ini telah tertuang dalam Perwako Pariaman," jelas dia.

Lain pula dengan mahasiswa yang berhasil meraih IPK di atas 3,75. Menurut Kanderi mereka akan menerima bonus dari Pemko Pariaman berupa tambahan uang saku sebesar Rp 1 juta.

"Kali ini hanya satu mahasiswa yang berhasil meraihnya. Tentunya akan kita lakukan evaluasi," ujar mantan Kepala SMK 1 Pariaman ini.

Program Sagasaja dirintis sejak awal kepemimpinan Genius Umar-Mardison Mahyuddin pada 2018 dan terus berlanjut hingga ini. Sagasaja bahkan menjadi subjek studi banding beberapa daerah dengan datang langsung ke Pariaman.

"Karena Kota Pariaman merupakan satu-satunya kota yang melakukan hal tersebut," kata dia.

Ketua Baznas Kota Pariaman Zalman Zaunit mengatakan pemberian beasiswa merupakan kegiatan rutin dari Baznas Kota Pariaman.

"Untuk tahun 2021 kita telah menyalurkan beasiswa untuk Sagasaja sebesar Rp 292,5 juta," kata Zalman Zaunit. (Dewi/OLP)