Memahami jenis PKH karena setiap keluarga penerima tidak sama jumlahnya

Foto: Dewi

Pariaman - Sebanyak 2.263 keluarga miskin Kota Pariaman telah menerima bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) selama tahun 2021.

"Dengan pembagian yang memenuhi syarat di empat kecamatan," ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kota Pariaman, Muharman di Pariaman, Rabu (12/11).

Setiap kecamatan, kata dia, berbeda jumlah penerimanya karena banyak jenis program yang juga disalurkan di masing-masing kecamatan.

Dari jumlah 2.263 penerima, 489 berdomisili di Pariaman Tengah, 806 keluarga di Pariaman Utara, 561 di Pariaman Selatan dan 507 di Kecamatan Pariaman Timur.

PKH sendiri, sambung dia, merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Hal ini dilakukan untuk percepatan penanggulangan kemiskinan dan telah dilaksanakan Pemerintah Indonesia sejak 2007.

Sedangkan Kota Pariaman baru menerima bansos PKH sejak 2012 dengan total setiap tahunnya mencapai Rp 9 miliiar.

"Pencairan selama pandemi dipercepat. Terutama pada 2021 kemarin. Kita juga siapkan datanya dengan cepat," terangnya.

Bansos PKH juga terbagi dalam berbagai jenis. Di antaranya PKH lansia, PKH ibu hamil dan PKH balita. Karena jenisnya itulah yang membuat setiap keluarga miskin menerima dengan total yang berbeda.

Untuk PKH pelajar, diberikan kepada masyarakat yang anaknya masih berada di SD, SMP sampai SMA. Namun hanya diberikan satu anak saja. Misalnya satuyang masih SD, satu SMP dan satu SMA.

Selain PKH, bansos lainnya juga disalurkan kepada masyarakat Pariaman. Seperti BLT, Kartu Pariaman Pintar, PPKM Sembako, BPJS dan program pendidikan Satu Keluarga Satu Sarjana (Sagasaja). (Dewi/OLP)