Genius harap Pemprov tingkatkan kualitas SMK yang ada di Pariaman

Foto: Erwin

Pariaman - Walikota Pariaman, Genius Umar berharap Pemerintah Provinsi Sumatra Barat meningkatkan kualitas sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di Kota Pariaman. Hal tersebut karena kewenangan SLTA sederajat sudah dialihkan ke pemerintah provinsi sejak tahun 2016 lalu.

Pembelajaran di SMK menurutnya juga harus disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan pasar dan industri dengan menitikberatkan praktek lebih banyak dibandingkan teori.

"SMK itu outputnya harus sesuai dengan industri. Cara belajar idealnya 30 persen akademik dan 70 persen praktek di laboratorium atau industri," ungkap Genius saat menerima kunjungan Kepala Balitbang Provinsi Sumatera Barat, Reti Wafda beserta rombongan dalam rangka survei dan evaluasi pelaksanaan pendidikan SMK di Kota Pariaman, Rabu (10/11).

Ia mencontohkan jika SMK jurusan mesin. Jurusan tersebut harus tahu kebutuhan mesin dan industri diikuti oleh tenaga pengajar dan ditunjung fasilitas sekolah yang selalu update.

"Dan menjalin kerjasama dengan industri. Proses belajar dan budaya kerjanya juga seperti industri," sambungnya.

Di samping itu, saran Genius, komite sekolah harus duduk pula orang dari industri, tidak sebatas dari dinas pendidikan saja.

"Dan kita juga telah kuliahkan lebih dari 200 lulusan SMA sederajat, termasuk lulusan SMK kuliah ke berbagai perguruan tinggi vokasi melalui program satu keluarga satu sarjana (Sagasaja)," pungkasnya.

Kepala Balitbang Sumbar, Reti Wafda mengatakan sekitar 25 persen siswa asal Kota Pariaman bekerja di sektor industri Sumbar.

"Ini menandakan bahwa SMK itu menjadi sekolah yang cukup menjanjikan bagi siswa setelah lulus sekolah dan langsung terjun ke dunia kerja," kata dia.

Melalui survei dan evaluasi, ke depan pihaknya akan mengevaluasi dan menyampaikan masukan dari Genius Umar demi kemajuan pendidikan SMK.

"Pemprov Sumbar juga memiliki program 1000 pengusaha. Program ini sangat sinkron dengan SMK. Diharapkan ini dapat menjadi peluang bagi seluruh alumni SMK yang siap terjun ke dunia industri sesuai dengan jurusan yang mereka kuasai," ujarnya. (Erwin/OLP)