Corona menurun, proses belajar tatap muka di Pariaman dimulai

Walikota Pariaman, Dr. H. Genius Umar

Pariaman - Proses belajar mengajar tatap muka di sekolah kembali berjalan di Kota Pariaman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Proses belajar di sekolah telah dimulai sejak Senin (9/8).

"Kita mampu menekan penyebaran Covid-19 dan hal ini meberikan dampak positif bagi dunia pendidikan," ungkap Walikota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Selasa (10/8).

Status kota Pariaman sendiri pun telah turun dari level IV ke level III. Penerapan prokes di lingkungan sekolah, ujar Genius, dimulai sejak siswa memasuki pekarangan sekolah.

Mulai dari pengukuran suhu tubuh, mewajibkan setiap murid dan guru menggunakan masker, serta setiap sekolah wajib menyediakan sarana cuci tangan dengan air mengalir.

"Tingkat kehadiran siswa per kelas cukup 50 persen. Artinya dalam satu lokal ada pembagian shift," kata dia.

Pembagian shift bagi siswa per lokal/kelas, kata dia, guna menghindari kerumunan di ruangan kelas. Dengan pembagian 50 persen, antar siswa saling berjaga jarak karena satu hari masuk, satu hari libur.

"Bagi siswa yang kebagian belajar di rumah tetap belajar secara daring," jelasnya.

Kepala Bidang Pedidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Yurnal, berkata awal tahun ajaran baru sendiri adalah tanggal 12 Juli 2021 lalu.

Sekolah sempat diliburkan karena tingginya penularan Covid-19 di Kota Pariaman beserta pemberlakukan PPKM.

"Saat ini cenderung penurunan kasus sehingga belajar tatap muka di sekolah kembali dilakukan," kata Yurnal.

Yurnal memastikan seluruh sekolah telah menyediakan sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan. Di samping itu, kata Yurnal, pihak sekolah juga telah berpengalaman menjalankan prokes karena sudah beberapa kali dilakukan sebelumnya.

“Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA se Kota Pariaman mulai melakukan pembelajaran tatap muka," tandasnya. (Phaik/OLP)