PPKM Pariaman hari ini berakhir, Mardison: kesadaran vaksinasi masyarakat juga meningkat

Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin. Foto: istimewa

Pariaman - Hari ini PPKM di kota Pariaman akan berakhir. Apakah akan dilanjutkan, kita masih belum tahu karena belum diumumkan oleh Pemko Pariaman. Tapi dampak ekonomi selama PPKM sangat dirasakan oleh masyarakat Pariaman.

"Hampir semua sektor. Dan yang terparah pariwisata," kata pengamat kebijakan publik Piaman Laweh, Muhammad Hasbi di Pariaman, Minggu (25/7).

Menurut Hasbi, PPKM yang diberlakukan pemerintah bertujuan menekan penyebaran Covid-19, namun juga tidak bisa dilakukan berlarut-larut karena ekonomi masyarakat tidak bisa dinomorduakan.

Malah menurut Ketua Partai PPP Padangpariaman itu, yang terpenting dalam penanganan Covid-19 adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri melindungi dirinya dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus beradaptasi dengan keadaan. Covid-19 itu nyata. Sebagian orang yang kena diambang ajal, sebagian lagi tidak merasakan meski sama-sama positif," kata Hasbi.

Oleh sebab itu, ungkap penyintas Covid-19 ini, yang terpenting dalam penanganan Covid-19 bukan pada petugasnya, tapi pada kesadaran masyarakatnya.

"Saya lihat petugas juga kasihan, ia juga punya keluarga yang kena dampak ekonomi akibat PPKM. Kini saatnya kita yang beradaptasi dengan melindungi diri dengan prokes dan meningkatkan imunitas tubuh dengan berpikir positif, berjemur matahari, mengonsumsi buah dan sayur serta menghindari stres," pungkasnya.

Sementara Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin menjamin petugas PPKM Kota Pariaman berlaku humanis kepada masyarakat selama seminggu PPKM berlangsung.

"Kita selalu pesan kepada petugas berlaku humanis karena semua warga Pariaman dunsanak kita. Jangan terjebak emosi saat bertugas di lapangan," kata Mardison.

Bahkan selama PPKM tidak satu laporan pun tindakan petugas Satgas Covid-19 Pariaman berlaku kasar kepada masyarakat.

"Ini tentunya prestasi yang bagus bagi petugas kita di lapangan yang bertugas siang dan malam," kata Mardison.

Untuk mengakhiri pandemi, lanjut Mardison tidak ada cara lain selain mencapai target herd imunity atau kekebalan komunal dengan vaksinasi. Sejauh ini eskalasi pemberian vaksin di kota Pariaman terus meningkat karena berkembangnya kesadaran di tengah masyarakat.

"Tiap hari sekitar 300 hingga 350 warga Pariaman datang ke puskesmas untuk divaksin. Itu dengan kesadaran sendiri. Ini pertanda baik bagi penanganan Covid-19 di daerah kita," pungkasnya. (OLP)