Jelang hari raya Idul Adha, 750 ekor hewan kurban sudah dilabeli aman konsumsi

Kepala DP3 Kota Pariaman, Dasril nyatakan sekitar 800 ekor hewan akan diperiksa kesehatannya menjelang hari raya Idul Adha guna menjamin aman konsumsi bagi masyarakat Pariaman. Foto: Desi

Pariaman - Pemko Pariaman lakukan pengawasan di rumah potong hewan - sekaligus pemotongan hewan rumahan - agar tidak memotong hewan sapi dan kerbau betina. Apalagi mendekati hari raya Idul Adha.

"Tidak boleh memotong hewan betina produktif sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2014. Selain itu kita juga memantau kesehatan hewan sebelum dipotong," ujar Kepala Dinas Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Pariaman, Dasril di Pariaman, Kamis (15/7).

Untuk tahun 2021 ini, kata Dasril, pihaknya menargetkan pemantauan 800 ekor hewan potong. Dari target tersebut, 750 hewan sudah diperiksa kesehatannya dan telah diberi label.

"Juga sudah kita beri vitamin dan obat cacing. Sedangkan untuk 100 ekor lagi kita tuntaskan sebelum hari raya Idul Adha," kata dia.

Sementara bagi masyarakat yang memiliki ternak untuk dijadikan hewan kurban, Dasril meminta agar mereka segera memeriksakan kesehatan hewan tersebut kepada petugas DP3 di lapangan.

Hal tersebut, kata dia, untuk memastikan semua hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat Pariaman benar-benar bebas penyakit dan aman konsumsi.

"Periksakan kepada petugas kita di lapangan. Ini gratis," ungkapnya.

Pelarangan pemotongan hewan betina produktif merupakan amanat undang-undang guna menjamin populasi hewan ternak betina.

"Kita sudah lama bentuk tim pemantaunya. Hal ini bertujuan menjaga populasi hewan produktif dalam rangka menjaga ketersediaan hewan potong tetap ada," kata dia. (Desi/OLP)