Museum kapal perang pertama di luar Pulau Jawa akan ada di Pariaman

KRI Teluk Ratai saat masih operasional tampak garang. Foto: istimewa


Pariaman - Sebentar lagi kota Pariaman akan memiliki Museum Kapal Perang dan yang pertama di luar Pulau Jawa. Kapal perang yang akan didatangkan ke Pariaman merupakan kapal perang legendaris yang dihibahkan oleh Markas Besar TNI AL.

"Kita menerima hibah kapal perang KRI Teluk Ratai 509. Sebelum pensiun 2019, Teluk Ratai 509 memiliki sejarah panjang karena sempat digunakan Amerika saat perang dunia kedua," kata Walikota Pariaman, Genius Umar di Padang, Senin (7/6).

KRI Teluk Ratai 509 sendiri memiliki panjang 100 meter dengan lebar 15,5 meter. Kapal mampu mengangkut 20 tank baja sekaligus 200 pasukan. Kapal ini juga memiliki rampa depan dengan kemampuan mendarat langsung di pantai.

Sebelum jadi KRI, Teluk Ratai 509 bernama Inagua Shipper 678 milik angkatan laut Amerika. Kapal jenis landing ship tank ini selesai dibangun pada 30 Juni 1944 di Galangan Chicago Bridge dan Iron Co Amerika Serikat.

Saat itu kapal dirancang untuk kebutuhan perang dan penangkis serangan udara. Memiliki 2 meriam canon twin kaliber 40 mm di haluan dan buritan. 4 pucuk meriam canon laras tunggal kaliber 40 mm dan 12 pucuk meriam canon kaliber 37 mm.

Kapal ini kemudian diserahkan kepada Indonesia pada 31 Maret 1960 dan masuk unsur Satuan Amfibi Koarmaritim TNI Al. Lalu pada 1 April 1990 kapal ini dialihbinakan ke Kolinlamil untuk memperkuat jajaran Satlinlamil Surabaya sebelum dipurnatugaskan pada 15 Agustus 2019 lalu.

"Dengan adanya bekas kapal perang ini menjadi bukti sejarah bahwa Pariaman dulunya adalah pangkalan AL pertama di pulau Sumatera, dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Pariaman," kata Genius.

Danlantamal II Padang, Laksamana Pertama TNI, Hargianto menyebut kota Pariaman akan menjadi satu-satunya Museum Kapal Perang yang ada di luar Pulau Jawa, dan akan menjadi kebanggaan bagi Sumatera Barat.

"Kita tidak ingin nantinya Museum Kapal Perang ini hanya biasa saja, tetapi harus luar biasa sesuai yang diinginkan Mabes TNI AL," kata dia. (Juned/OLP)