Hasil uji sampel kualitas udara Pariaman dikirim ke laboratorium di Bogor

Petugas sedang mencabut alat pengukur kualitas udara Pariaman di empat lokasi berbeda. Foto: Junaidi

Pariaman - Pemko Pariaman selesai melakukan pengukuran udara ambien dengan metode passive sampler di empat lokasi kota Pariaman. Pengukuran kualitas udara tersebut dilakukan serantak di seluruh Indonesia sejak 3 Juni 2021 lalu.

"Untuk tahun 2020, indeks kualitas udara (IKU) kota Pariaman kategori sangat baik dengan skor 94,76," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Pariaman, Syukri di Pariaman, Kamis (17/6).

Sedangkan untuk hasil pengujian saat ini, hasilnya baru bisa diperoleh setelah pihaknya mengirimkan sampel yang didapat ke laboratorium milik PT Anugrah Analisis Sempurna di Depok yang telah ditunjuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Metode passive sampler sendiri, terang Syukri merupakan salah satu metode sederhana yang digunakan untuk pengukuran udara ambien dengan parameter nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida alias SO2.

"Pengambilan sampel dilakukan dua kali setahun guna mengetahui IKU Pariaman secara berkelanjutan, karena IKU merupakan salah satu komponen dari indeks kualitas lingkungan hidup," ungkapnya.

Sebelumnya pihaknya memasang alat passive sampler di empat titik yang mewakili kawasan industri, kawasan perkantoran, kawasan permukiman dan kawasan transportasi.

Untuk kawasan industri dipasang di Industri Mie Matahari di Jl. Sentot Ali Basa, Desa Jati Hilir. Untuk kawasan perkantoran pemasangan alat di Balaikota Pariaman, Jl. Imam Bonjol No. 44, Desa Cimparuah.

Sementara kawasan pemukiman dipasang di Perumahan Kampung Baru, Jl. H. Agus Salim, Desa Kampung Baru, dan untuk kawasan transportasi di Jl. Imam Bonjol, Kampung Paneh, Desa Bungo Tanjuang. (Junaidi/OLP)